Khutbah
Jumat, 22 Syawwal 1439 H
Kasih
Sayang Allah
Khutbah
Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَسِعَتْ رَحْمَتُهُ
كُلَّ شَيْءٍ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ
وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ، صَلَّى
اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ،
وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَرَحْمَتِي
وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ
الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ)().
Kaum
muslimin : sesungguhnya diantara nama-nama dan sifat-sifat Allâh adalah dua
nama Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allâh berfirman:
وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا
هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
"Dan
Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". (Al Baqarah 2 : 163).
Allâh telah mewajibkan pada dirinya sifat kasih, Allâh menjelaskan:
كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ
"Tuhanmu
telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang", (Al An’am 6: 54). Kasih-Nya
mendahului amarah-Nya, Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَمَّا قَضَى الْخَلْقَ كَتَبَ
عِنْدَهُ فَوْقَ عَرْشِهِ إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي
“Sesungguhnya
Allah ketika menciptakan makhluk, Dia menetapkan disisi-Nya diatas Arsy-Nya :
sesungguhnya kasih-Ku mendahului amarah-Ku” (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian dibuka
pintu-pintu tersebut untuk hamba-hamba-Nya lalu disebarkan untuk semua makhluk,
Rasulullah Saw bersabda:
جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ،
فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا، وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ
جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ، حَتَّى
تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا، خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ
"Allâh
telah menciptakan seratus bagian rahmat. Maka Dia menahan di sisi-Nya sembilan
puluh sembilan bagian, sedangkan yang satu bagian Dia turunkan ke bumi. Maka
dari yang satu bagian itulah mahluk saling berkasih sayang, sehingga seekor
kuda mengangkat kakinya karena khawatir mengenai (menginjak) anaknya” (Muttafaq
‘Alaih).
Dialah Allâh Yang Maha Pengasih dan Penyayang dunia akhirat, Dia lebih
sayang terhadap seorang hamba dibandingkan seorang ibu terhadap anaknya.
Rasulullah Saw bersabda:
حِينَمَا رَأَى امْرَأَةً تُرْضِعُ وَلَدَهَا:«
أَتَرَوْنَ هَذِهِ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِي النَّارِ؟». فَقَالَ الصَّحَابَةُ:
لَا. فَقَالَ ( :« لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا
“Ketika
Beliau melihatseorang wanita menyusui anaknya, Beliau bertanya : Apakah kamu
mengira wanita ini akan melemparkan anaknya ke api ?’Sahabat menjawab : “Tidak.
Beliau Saw bersabda, “Allâh lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada wanita
ini kepada anaknya” (Muttafaq ‘Alaih)
Al
Quran dipenuhi dengan kandungan kasih sayang dan kemanusiaan, salah satunya
adalah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ
مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِلْمُؤْمِنِينَ
“Hai
manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Yunus 10: 57).
Kasih
sayang Allâh merupakan tujuan utama para malaikat serta doa pengharapan dari
orang-orang yang bertaubat, disebutkan dalam doa mereka:
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً
وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ
الْجَحِيمِ
“Ya
Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah
ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan
peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”(Ghafir 40: 7).
Allâh
melindungi dan menjaga kita dengan kasih sayang-Nya:
فَاللَّهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ
الرَّاحِمِينَ
“Maka
Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para
penyayang” (Yusuf 12 : 64). Dengannya pula, Dia mengampuni dan memaafkan
kesalahan dan keburukan kita, dimana ampunan disandingkan dengan kasih sayang,
Allâh berfirman:
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ
الرَّاحِمِينَ
“Dan
katakanlah: “Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah
Pemberi rahmat Yang Paling baik.” (Al Mukminun 23 : 118).
Allah
mengutus Nabi Saw merupakan salah satu bentuk kasih sayang-Nya, Allâh berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً
لِلْعَالَمِينَ
"Dan
tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam". (Al Anbiya’ 21: 107). Beliau adalah rahmat yang diberikan, yang mengasihi
yang kecil dan menyayangi yang besar, perhatian terhadap yang lemah, yang dekat
dan yang jauh, muslim maupun non muslim, Beliau bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً
“Sesungguhnya
aku diutus sebagai rahmat” (Muslim 2599). Beliau menanamkan nilai-nilai kasih
sayang pada jiwa para sahabatnya, dan inilah yang menjadi pondasi dalam
interaksi dan hubungan mereka, sehingga mereka menyandang sifat:
رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
"tetapi
berkasih sayang sesama mereka ” (Al Fath 48: 29).
Hamba
Allâh : menerapkan sifat kasih sayang merupakan salah satu tanda keimanan
seseorang, Allâh meletakkan sifat ini di hati hamba-hamba-Nya, seorang mukmin
hendaknya mengasihi semua makhluk Allâh, mencintai mereka sebagaimana mencintai
dirinya, berbagi kebaikan yang didapati dari kasih sayang Tuhannya, karena
kasih sayang merupakan sumber kebaikan dan perdamaian dunia, Rasulullah Saw
bersabda:
لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تَرَاحَمُوا».
قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كُلُّنَا رَحِيمٌ. فَقَالَ ( :« إِنَّهُ لَيْسَ
بِرَحْمَةِ أَحَدِكُمْ خَاصَّتَهَ، وَلَكِنْ رَحْمَةُ الْعَامَّةِ
“Kalian
tidak masuk surga sehingga saling berkasih sayang”. Para shahabat bertanya, “Ya
Rasulullah, masing-masing kami adalah penyayang”. Beliau bersabda,
“Sesungguhnya bukan kasih sayang seseorang dari kalian kepada temannya, tetapi
kasih sayang kepada semuanya” (Al Baihaqi 5928). Dengan kasih sayang dan saling
mengunjungi, kehidupan akan lebih baik, lebih membahagiakan, lebih
menenteramkan hati dan jiwa, sehingga masyarakat pun menjadi seperti satu kesatuan.
Wahai
orang-orang yang penyayang : ketahuilah bahwa kasih sayang memiliki kewajiban,
dengannya ia akan mendapatkan kasih sayang Tuhannya, dimana Allâh menisbatkan
nama-Nya pada hamba-hamba-Nya yang shaleh, disebutkan dalam firman Allâh:
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ
"Dan
hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu "(Al Furqan 25: 63). Hal itu, karena
hati mereka dipenuhi oleh kasih sayang, kelembutan dan kebaikan pada semua
makhluk. Kasih sayang Allâh lebih pantas diberikan pada seorang hamba yang
shaleh, Allâh berfirman:
وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ
الصَّالِحِينَ
“Kami
telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk
orang-orang yang shaleh". (Al Anbiya’ 21: 86).
Kasih sayang Allâh lebih dekat
pada hamba-Nya yang baik, Allâh berfirman:
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ
الْمُحْسِنِينَ
"Sesungguhnya
rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (Al A’raf 7: 56).
Dan barang siapa menyimak Kalamullah dan mengamalkannya, maka ia akan
mendapatkan limpahan kasih sayang-Nya, Allâh berfirman:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ
وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
“Dan
apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah
dengan tenang agar kamu mendapat rahmat". (Al A’raf 7: 204). Dan pada surah
lainnya:
وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ
فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Dan
Al Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia
dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat", (Al An’am 6: 155).
Rahmat
Allâh bisa didapatkan dengan kembali dan bertaubat, berpegang teguh dan
bertawakkal kepada-Nya, Allâh berfirman:
فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ
وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِنْهُ وَفَضْلٍ
“Adapun
orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang kepada (agama)-Nya, niscaya
Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan
limpahan karunia-Nya". (An Nisa’ 4 : 175).
Dan orang-orang yang rajin beristighfar
lebih berhak mendapatkan kasih sayang Allâh, Allâh berfirman:
لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
“Hendaklah
kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”. (An Naml 27: 46).
Barang siapa memohon kasih sayang pada Tuhannya, ia akan mendapatkannya dan
mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, karena ia merupakan pemberian dari Dzat
Yang Maha Penyayang, Allâh berfirman:
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
“Sesungguhnya,
ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a (di dunia): ’Ya Tuhan kami, kami
telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah
Pemberi rahmat Yang Paling Baik”(Al Mukminun 23: 109).
Ya
Allah aku mohon kepada-Mu segala hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan keteguhan
ampunan-Mu,selamat dari segala dosa dan beruntung dengan mendapat berbagai
kebaikan, beruntung memperoleh surga,berilah kami semua taufiq untuk
mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai
pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي
وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah
Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ
أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : Allâh menjanjikan orang-orang yang berkasih sayang akan
mendapatkan kasih sayang-Nya di dunia akhirat, Nabi Saw bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ،
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
"Orang-orang
penyayang disayang oleh Allah yang Maha Rahman, sayangilah penduduk bumi maka
kalian akan disayangi yang berada di langit" (Abu Daud 4941 dan At Tirmidzi
1925). Seorang mukmin mengasihi dirinya dan kedua orang tuanya, membahagiakan
hati mereka dan memohon kasih sayang Allâh agar dilimpahkan pada mereka, Allâh
berfirman:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ
الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan
rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan
ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka
berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al Isra’ 17 : 24).
Mengasihi
keluarganya, baik terhadap mereka, mengasihi kerabatnya, memenuhi keperluan
mereka dan bersedekah pada mereka, Rasulullah Saw bersabda:
أَهْلُ الْجَنّةِ ثَلاَثَةٌ – وَذَكَرَ مِنْهُمْ –
وَرَجُلٌ رَحِيمٌ رَقِيقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِي قُرْبَىَ
“Penduduk
surga ada tiga -diantaranya- orang yang di dalam hatinya terdapat rasa belas
kasihan kepada sanak saudara” (Muslim 2865). Seorang guru mengasihi
murid-muridnya, menasehati, mendidik, sabar dan lemah lembut terhadap mereka,
oleh karena itu Allâh mendahulukan kasih sayang atas ilmu, disebutkan dalam
firman-Nya:
آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا
وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا
“Yang
telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan
kepadanya ilmu dari sisi Kami. “(Al Kahf 18 : 65).
Seorang
dokter mengasihi pasiennya, mengobati, meringankan beban mereka, menyuntikkan
harapan pada mereka. Seorang pegawai mengasihi para kostumernya, memberikan
kemudahan dalam urusan mereka, berkata baik terhadap mereka. Seorang pedagang
mengasihi pelanggannya dan berlaku jujur dalam jual belinya, Rasulullah Saw
bersabda:
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ،
وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى
“Allah
merahmati orang yang memudahkan ketika menjual dan ketika membeli dan juga
orang yang meminta haknya” (Bukhari 2076).
Seorang
muslim mengasihi semua makhluk; burung atau hewan lainnya, sehingga
perbuatannya mendatangkan ampunan dari Allâh, dari Abu Hurairah RA : bahwa Nabi
Saw bersabda:
بَيْنَا رَجُلٌ بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ
الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا، فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ، فَإِذَا
كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ، فَقَالَ الرَّجُلُ: لَقَدْ
بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي،
فَنَزَلَ الْبِئْرَ، فَمَلَأَ خُفَّهُ مَاءً، فَسَقَى الْكَلْبَ، فَشَكَرَ اللَّهُ
لَهُ، فَغَفَرَ لَهُ». قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي
الْبَهَائِمِ لَأَجْرًا؟ فَقَالَ:« فِي كُلِّ ذَاتِ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Ketika
seorang lelaki berjalan dalam sebuah perjalanan dia merasa sangat kehausan lalu
dia mendapati sebuah sumur. Dia turun ke sumur itu lalu minum dan setelah itu
keluar. Saat itu, tiba-tiba dia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya
menjilat debu karena sangat haus. Lelaki itu berkata: “Anjing ini sangat
kehausan sebagaimana yang telah aku rasakan.” Lalu dia turun lagi ke sumur, dia
memenuhi salah satu sepatunya dengan air dan memberikan minum kepada anjing
tersebut. Kemudian Allâh berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya. Para
shahabat bertanya: “Wahai Rasûlullâh, apakah kita akan mendapatkan pahala dalam
(pemeliharaan) binatang ternak ?” Rasûlullâh menjawab, “Ya, pada setiap yang
bernyawa ada pahala.” (Muttafaq ‘Alaih).
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي
بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ
الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ
وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى الْحَاكِمِ
وَالْوَطَنِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ
لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ
نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ
إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ
عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ
اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا
وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ
رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ،
وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ،
وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا
غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ،
وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا
حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ
عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَزِدْهَا نِعَمًا، وَعِلْمًا وَحَضَارَةً،
وَتَسَامُحًا وَسَعَادَةً، وَجَمَالًا وَنَظَافَةً، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا،
وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ
الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ
الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ
وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ
الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ
حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK
“https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6860”
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6860
No comments:
Post a Comment