Friday, September 21, 2018

Khotbah Jum'at: BERLINDUNG KEPADA ALLAH


Khutbah Jumat, 11 Muharram 1440 H/21 September 2018 M

Berlindung kepada Allah

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَوِيِّ الْعَزِيزِ، لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ)().
Para jamaah shalat: Allah berfirman:

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (Fusshilat 41 : 36). Pada ayat ini, Allah memerintahkan kita agar memohon perlindungan kepada-Nya dari godaan syetan, lalu apa yang dimaksud dengan memohon perlindungan dari syetan? Maksudnya bahwa aku berlindung kepada Allah dari syetan, agar tidak membahayakan dalam agamaku, atau menjauhkanku dari kebenaran yang seharusnya aku tunaikan. Didalam permohonan perlindungan terhadap pengharapan pada Allah agar menolak godaan syetan yang durhaka. Lalu kenapa kita harus memohon perlindungan kepada Allah dari syetan ? Karena syetan itu terkutuk, maksudnya; terjauhkan dan terusir. Ia musuh manusia, Allah berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

Sesungguhnya syetan itu dIalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu)” Fathir 35 : 6). Maksudnya bahwa syetan ingin menjauhkanmu dari jalan Tuhanmu, oleh karena itu jadikanlah ia sebagai musuh diri kalian, jauhkan ia dengan jalan mentaati Allah dan meminta perlindungan kepada-Nya (Tafsir At Thabari 9/623). Syetan sumber segala bencana dan fitnah, ia menjadi penyebab dikeluarkannya Adam AS dari surga, Allah berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ

Hai Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga” (Al A’raf 7 : 27). Iblis bersumpah untuk menyesatkan dan menggelincirkan kita, ia mengancam Adam dan keturunannya:

لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ المُسْتَقِيمَ* ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak ada mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)” (Al A’raf 7 : 16-17). Allah memerintahkan kita agar menjauh dari semua langkah-langkah syetan dan tipu dayanya, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barang siapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (An Nur 24 : 21).

Hamba Allah: bagaimana kita berlindung kepada Allah dari syetan? Sesungguhnya berlindung kepada Allah dari syetan ada beberapa cara, yang paling utama adalah menguatkan keimanan, karena manusia akan selalu ada dalam lindungan Allah dan terlindungi dari syetan, ketika hatinya dipenuhi oleh keimanan, Allah berfirman:

وَلَقَدْ صَدَّقَ عَلَيْهِمْ إِبْلِيسُ ظَنَّهُ فَاتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman” (Saba’ 34 : 20). Dengan rajin beribadah pada Allah, akan membuatmu terlindungi dari syetan, menjauhkanmu dari gangguannya, Allah berfirman:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga” (Al Isra’ 17 : 65). Banyak cara untuk mencegah godaan syetan, yaitu dengan menjauh dari penyebab kesedihan, kegundahan dan penyakit hati, Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا النَّجْوَى مِنَ الشَّيْطَانِ لِيَحْزُنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيْسَ بِضَارِّهِمْ شَيْئًا إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal” (Al Mujadilah 58 : 10). Berlindung dari syetan dengan cara memperbanyak sedekah, Allah berfirman:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ

Syetan menjanjikan (manakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)” (Al Baqarah 2 : 268). Maksudnya: syetan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan bila bersedekah dan menunaikan zakat, ia (syetan) memerintakan kamu agar melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan kepada-Nya.

وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (Al Baqarah 2 : 268). Maksudnya: Allah akan menggantikan dari sedekahmu, memberikan karunia dan memperluas rezekimu (Tafsir At Thabari 5/5). 

Mencari rezeki yang halal termasuk salah satu penyebab yang dapat melindungi seseorang dari godaan syetan, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan; karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah 2 : 168).

Kaum mukminin: sesungguhnya menyebarkan kasih sayang antar sesama, memperkuat perdamaian dalam masyarakat akan menghindarkan kita dari tipu daya syetan, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah 2 : 208). Mari kita berpegang teguh pada nilai-nilai toleran dan perdamaian, sebagai bentuk ketaatan pada Allah dan sebagai bentuk penolakan terhadap permusuhan dan kebencian, Allah berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ

Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu” (Al Maidah 5 : 91). Contoh harian berlindung dari godaan syetan adalah dengan cara menghindari perselisihan dalam rumah tangga, karena Iblis biasanya mengutus para tentaranya untuk memisahkan antara suami dan isterinya, hal ini digambarkan oleh sabda Rasulullah SAW:

يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ، فَيُدْنِيهِ -إِبْلِيسُ- مِنْهُ وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

Lalu datang pasukan iblis yang lain dan berkata: tidaklah aku tinggalkan ia, hingga aku berhasil memisahkan antara ia (suami) dan isterinya, lalu ia –Iblis- mendekat kepadanya dan berkata: kau memang baik” (Muslim 2813).

Menghindari kesalah-kesalahan kecil antara saudara dapat menghindarkan dari godaan syetan, sebagaimana dilakukan Yusuf AS ketika berkata pada suadara-saudaranya:

لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ اليَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Dia (Yusuf) berkata: Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para Penyayang” (Yusuf 12 : 92). Mereka mengaitkan apa yang telah dilakukannya pada syetan, ia berkata pada mereka:

مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

Setelah syetan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki, sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Yusuf 12 : 100).

Berlindung dari itu semua dengan jeli melihat tipu daya syetan, yaitu dengan membalas keburukan dengan kebaikan dalam kehidupan kita sehari-hari, Allah berfirman:

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ* وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ* وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syetan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku” (Al Mukminun 23 : 96-98). Hendaknya kita memilih kata dan ungkapan yang terbaik, Allah berfirman:

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syetan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Al isra’ 17 : 53).

Ya Allah, lindungilah kami dari godaan syetan, jauhkan kami dari tipu dayanya dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، يَا رَبِّ لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: sesungguhnya Allah SWT memerintahkan kita agar berlindung kepada-Nya dari godaan syetan, Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh” (Al Falaq 113 : 1). Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia” (An Nas 114 : 1). Memohon perlindungan dalam segala kondisi, saat hendak membaca Al Quran:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Apabila kamu membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk” (An Nahl 16 : 98). Saat hendak memasuki masjid, ketika marah, maka ketika Rasulullah SAW melihat seseorang sedang marah dan wajahnya memerah, Beliau menasehati:

إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ ما يجدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Aku benar-benar mengetahui perkataan yang bila diucapkannya niscaya lenyap emosi yang menimpanya : Aku berlindung kepada Allah dari syetan yang terkutuk” (Abu Daud 466). Dan bila Anda bermimpi buruk, maka mohonlah perlindungan pada Yang Maha Pengasih dari syetan yang terkutuk.

Dan dengan memohon perlindungan pada Allah, maka Allah akan melindungi anak-anak kita, sebagaimana telah dilakukan oleh isteri Imran ketika ia meminta perlindungan putrinya Maryam ibu Isa saat melahirkan, Allah berfirman:

وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syetan yang terkutuk” (Ali Imran 3 : 36). Dan Rasulullah SAW memohon perlindungan pada Allah untuk Al Hasan dan Al Husain, berikut doanya:

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Aku memohon perlindungan kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap kejahatan syetan dan binatang yang berbisa, dan dari setiap pandangan yang hasud” (Abu Daud 4737, At Tirmidzi 2060, Ibnu Majah 3525 dan Ahmad 2112).

Marilah kita menjaga dan mengajarkannya pada putra putri kita. Ya Allah sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari syetan yang terkutuk, dari bisikan, tiupan dan hembusan sihirnya.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيْتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6884” 

Tuesday, August 21, 2018

Khotbah Jum'at: MANUSIA DAN TANGGUNGJAWABNYA


Khotbah Jumat, 14 Dzul Qaidah 1439 H/ 27 Juli 2018 M

Manusia dan Tanggung Jawabnya 

 Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الرَّحْمَنِ، الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ، وَعَلَّمَهُ الْبَيَانَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، بَعَثَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْبَشَرِيَّةِ، وَهِدَايَةً لِلْإِنْسَانِيَّةِ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)().

Wahai manusia : Allâh telah menciptakan manusia dalam kesempurnaan bentuk, Allâh berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Dan Allâh telah memuliakannya, Allâh berfirman:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Allâh meniupkan ruh dan memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya, Allâh berfirman:

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ* فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ

Allâh memberinya nikmat yang melimpah, agar kehidupannya menjadi baik dan layak, Allâh berfirman :

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ* وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ* وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Allah membekalinya ilmu pengetahuan, Allâh berfirman:

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Allâh menjamin rezeki dan perlindungan baginya, Allâh berfirman :

مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ* إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Agar manusia siap beribadah kepada Allâh dan menunaikan kewajibannya terhadap Penciptanya dan agar ia bertanggung jawab dalam kehidupan ini.

Hamba Allâh : sesungguhnya kewajiban manusia terhadap Penciptanya adalah mentaati dan beribadah yang baik kepada-Nya, Allâh berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Maksudnya : Aku tidak menciptakan mereka melainkan untuk beribadah kepada-Ku serta tunduk pada perintah-Ku. Manusia diciptakan untuk beribadah dengan menjaga kewajiban, memperbanyak ibadah nawafil, bersegera menunaikan kebajikan, serta berbuat baik pada semua, karena nilai manusia tampak pada kemanusiaannya yang meliputi kasih sayang dan berbagi kebakaran pada sesama, Rasulullah Saw bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Manusia yang sangat dicintai oleh Allâh adalah yang paling bermanfaat bagi manusia

Dan diantara kewajiban manusia adalah berusaha untuk memperkuat hubungan kemanusiaan, mewujudkan saling mengasihi antar sesama, seperti perintah Allâh kepada kita untuk berbakti kepada kedua orang tua:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا

Sebagai kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada kerabat kita, disebutkan dalam firman-Nya :

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

Kita diperintahkan untuk rendah hati pada sesama, agar tidak ada kesombongan seseorang atas lainnya, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ: أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepadaku : hendaknya kalian rendah hati, sehingga tidak ada satu orang yang membanggakan diri atas lainnya dan tidak kedzaliman seseorang atas lainnya

Kita semuanya sama dalam kemanusiaan, Allâh menciptakan kita dari satu jiwa, disebutkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari satu diri” (An Nisa’ 4 : 1)

Rasulullah Saw bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ

Wahai manusia, ketahuilah sesungguhnya Tuhan kalian satu dan nenek moyang kalian satu

Allâh berwasiat agar kita saling mengenal dan saling mengasihi, dijelaskan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا

Dengan saling mengenal akan lahir saling menolong dan hubungan semakin dekat sehingga lahirlah saling mencintai, kemudian terwujudlah kemanfaatan dan kebaikan bagi sesama. Dengannya terbangun peradaban kemanusiaan yang sempurna, dimana setiap manusia dengan beragam warna kulit dan keyakinan ikut andil dalam membangunnya.

Wahai manusia: sesungguhnya tugas manusia dalam kehidupan ini adalah untuk memakmurkan bumi, membangun peradaban dan kesuksesan, Allâh berfirman :

هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا

Maksudnya : orang tua mereka Adam diciptakan darinya (tanah), dan mereka ditugaskan untuk memakmurkan bumi dan memanfaatkannya, menggunakan sumberdaya alamnya, Allâh telah menyiapkan semua yang dapat membantu kita untuk memakmurkan dan membangun peradaban, Allâh berfirman:

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allâh menutupnya malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkannya” (Ar Ra’d 13 : 3). Allâh memerintahkannya agar bekerja dan bersungguh-sungguh serta berusaha diatas penjurunya untuk mencari sebab kehidupan yang layak, Allâh berfirman :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Dalam surah lain dijelaskan:

Maksudnya : bila Anda telah menyelesaikan salah satu dari urusan dunia, maka bersungguh-sungguhlah dalam beribadah. Bila Anda telah menyelesaikan satu tugas, maka ambillah tugas lain, agar waktumu terpakai dalam menunaikan tugas-tugas agung. Allah berfirman :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي كَبَدٍ

Nabi SAW menganjurkan kita agar terus bekerja dan produktif, disebutkan dalam sabdanya :

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Bila kiamat tiba dan di tangan kalian terdapat benih, apabila ia mampu menanam sebelum terjadi kiamat, maka hendaklah ia menanamnya

Karena sesungguhnya manusia itu hidup di lingkungan kerja dan pemakmuran bumi, hidup dalam kesungguhan, ia lelah bekerja untuk mewujudkan kebaikan untuk diri dan keluarganya, masyarakat dan negerinya dan untuk semua kemanusiaan, dan itu merupakan perintah agama, semua manusia ikut andil dalam kemajuan peradaban, terutama bagi seorang muslim, hendaknya ia menjadi teladan bagi lainnya.

Ya Allah, jadikanlah kami manusia yang bermanfaat bagi kemanusiaan, saling berbagi kebaikan, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ

فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Wahai manusia : sesungguhnya Allah menciptakan manusia dengan diberikan bekal kemampuan melihat dirinya dan untuk menunaikan tugasnya, Allâh berfirman:

بَلِ الْإِنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya” (Al Qiyamah 75 : 14).

Ia mampu bertanggung jawab dihadapan Tuhannya, atas ijtihad dan usaha yang telah dilakukannya, Allâh berfirman:

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا* اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu pada waktu itu sebagai penghisab terhadapmu” (Al Isra’ 17 : 14-15)

Ia tidak bertanggung jawab atas perbuatan orang lain, Allâh berfirman:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى* وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى* وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَى* ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَى

(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya akan diperlihatkan (kepadanya). kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang sempurna” (An Namj 53 : 38-41)

Manusia dianjurkan untuk menggunakan eksistensi di dunia dengan menggunakan waktunya untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama, Allah berfirman: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Al Ashr 103 : 1-3)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي ثَرَوَاتِهَا وَخَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Khotbah Jum'at: KEDUDUKAN WANITA


Khutbah Jumat, 21 Dzul Qaidah 1439 H / 3 Agustus 2018 M

Kedudukan Wanita

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، كَرَّمَ النِّسَاءَ أَعْظَمَ تَكْرِيمٍ، وَأَعْلَى مَنْزِلَتَهُنَّ فِي دِينِهِ الْقَوِيمِ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ حَمْدًا يَلِيقُ بِجَلَالِ وَجْهِهِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ؛ قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ)().

Para jamaah shalat : sesungguhnya Allah telah mengangkat derajat wanita dan kehormatannya, seperti disebutkan dalam beberapa ayat Al Quran, diantaranya :

أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً

Lelaki dan wanita pada dasarnya sama, hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

إِنَّمَا النِّسَاءُ شَقَائِقُ الرِّجَالِ

Sesungguhnya wanita saudara lelaki”. Wanita dihadapan hukum, perbuatan baik dan balasannya sama, Allâh menjelaskan :

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Laki-laki dan wanita yang banyak berdzikrullah, Allâh telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” (Al Ahzab 35)

Dalam surah lain ditegaskan :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (An Nahl 16 : 97)

Banyak ayat-ayat Quran yang diturunkan sebagai penjelasan mengenai hukum dan hak-hak wanita, pada surah An Nisa’ dijelaskan:

وَيَسْتَفْتُونَكَ فِي النِّسَاءِ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِيهِنَّ

Dan mereka minta fatwa kepadamu tentang para wanita. Katakanlah : Allâh memberi fatwa kepadamu tentang mereka” (An Nisa’ 4 : 127).

Agama ini menjamin kepemilikan harta bagi seorang wanita, Allâh berfirman:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ

(Karena) bagi laki-laki ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan” (An Nisa’ 4 : 32).

Besar kecil warisan wanita telah ditentukan, Allâh berfirman:

لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا

Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan” (An Nisa’ 4 : 7)

Semua itu merupakan bentuk pemuliaan Allâh terhadap wanita, Umar bin Khattab RA berkata : ketika Islam datang dan Allâh menyebutkan mengenai wanita, maka kami melihat itu sebagai kewajiban terhadap kami.

Para jamaah shalat : agama menjamin hak pendidikan wanita, dimana Nabi Saw menaruh perhatian besar mengenai hal itu, diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ خَطَبَ، فَرَأَى أَنَّهُ لَمْ يُسْمِعِ النِّسَاءَ، فَأَتَاهُنَّ، فَذَكَّرَهُنَّ، وَوَعَظَهُنَّ، وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ

Sesungguhnya Rasulullah menunaikan shalat Id dan berkhutbah, dan ketika beliau tahu bahwa wanita tidak mendengar khutbahnya, beliau mendatangi mereka, mengingatkan, menasehati, dan memerintahkan mereka agar bersedekah

Dari Abi Said Al Khudri RA berkata : Wanita bertanya pada Nabi:

غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ، فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ، فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا، لَقِيَهُنَّ فِيهِ، فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ

Kaum lelaki mengalahkan kami, sempatkan satu hari untuk kami darimu, beliau menjanjikan satu hari untuk pertemuan, yang diisi oleh nasehat dan perintah”. Nabi Saw selalu menjaga hak-hak wanita dibidang nasehat, pengarahan dan wasiat, diantara arahannya:

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ، لَا تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ

Wahai wanita muslimah, janganlah tetangga meremehkan hadiah tetangganya, walaupun hanya kikil kambing

Maksudnya: jangan sampai tetangga memutus pemberian terhadap tetangganya walaupun sedikit, seperti pemberian dalam bentuk kikil kambing yang masih ada dagingnya. Dalam hadits lain ditegaskan:

يَا نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ عَلَيْكُنَّ بِالتَّهْلِيلِ وَالتَّسبِيحِ وَالتَّقْدِيسِ، وَلَا تَغْفُلْنَ فَتَنْسَيْنَ الرَّحْمَةَ، وَاعْقِدْنَ بِالْأَنَامِلِ، فَإِنَّهُنَّ مَسْئُولَاتٌ مُسْتَنْطَقَاتٌ

Wahai wanita mukminah, hendaknya kalian bertahlil, bertasbih, menyucikan Allah, dan jangan sampai lalai dan kalianpun dilupakan oleh rahmat, hitunglah dengan jari jemari, karena nanti akan dimintai kesaksian”.

Aisyah RA memuji para wanita Anshar, karena banyak bertanya pada Rasulullah saw dalam urusan rincian agama mereka, ia (Aisyah) berkata:

نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ، لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ

“Sebaik-baiknya wanita adalah wanita Anshar, malu tidak menghalangi mereka untuk memperdalam agama mereka”

Kaum mukminin : Al Quran mencatat wanita-wanita agung, yang rajin berlomba-lomba melakukan kebaikan, diantaranya Maryam ibu Isa AS yang disifati dengan jujur, sebuah sifat yang belum disandang oleh wanita lainnya dalam Al Quran, begitu juga ratu Balqis pemilik kecerdasan dan pendapat jitu yang kemudian masuk Islam ditangan nabi Sulaiman AS, keduanya berserah diri pada Tuhan semesta alam. Dan diantara wanita pendahulu yang dicatat oleh sejarah, seperti yang disebutkan dalam sirah nabawiyah adalah Khadijah binti Khuwailid RA, ia adalah orang pertama yang beriman pada Rasulullah, mendukung dan membiayai dengan hartanya. Begitu pula putrinya Fatimah binti Muhammad, ia membela ayahnya dan membantu suaminya. Dari kalangan wanita terdapat banyak wanita alim, seperti Aisyah RA, ia termasuk manusia yang paling alim, rujukan para pembesar sahabat Rasulullah SAW.

Diantara mereka ada yang ahli di bidang Nahw, ushul, mantiq, syair, fiqh dan mawaris, dan sebagian mereka mewariskan buku karangan.

Ada wanita pemilik pemikiran yang cemerlang, berilmu, memiliki keutamaan dan ahli agama, mereka menjadi mufti pada masanya dalam urusan yang rumit, dan mereka pantas menjadi teladan bagi wanita-wanita shalihah lainnya.

Sebagian mereka ada yang menjadi penceramah yang mengadakan majlis pencerahan dan keilmuan. Ada pula ahli hadits, tempat rujukan para ulama, ia meriwayatkan hadits dan memberi ijazah pada mereka.

Di bidang sastra dan adab, wanita ikut memberikan warisan sastra yang tinggi nan indah.

Hamba Allâh : Islam membuka semua lapangan kebaikan bagi para wanita, agar mereka dapat berkontribusi baik dalam pembangunan masyarakat. Diantara mereka ada wanita pencetus, minbar pertama yang dibuat oleh Nabi Saw atas usulan seorang wanita. Minbar-minbar itulah yang kemudian diadopsi di masjid-masjid. Wanita memiliki andil di bidang ekonomi, dimana ada seorang shahabiyah yang oleh Umar bin Khattab RA selalu dijadikan rujukan pendapatnya dan diangkat sebagai pengelola urusan pasar.

Sebagian wanita ahli bidang kedokteran dan bedah, sebagian lainnya terkenal dalam pengobatan penyakit mata. Di semua bidang ada wanita yang ikut andil. Ya Allah berkahilah kami pada wanita-wanita kami, lindungilah dan muliakanlah mereka di dunia dan akhirat. Berilah kami taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

"Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59)

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَهُ الْحَمْدُ الْحَسَنُ وَالثَّنَاءُ الْجَمِيلُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: diantara arahan Rasulullah saw adalah menghargai, memberikan perhatian dan memperlakukan dan berkomunikasi dengan baik terhadap wanita, Beliau bersabda :

اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

Berwasiatlah baik terhadap wanita

Dan berbuat baik terhadap wanita merupakan bukti atas kebaikan dan kemuliaan seorang lelaki, disebutkan dalam sabdanya:

خِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ

Sebaik-baik kalian yang terbaik pada wanita mereka”. Perhatian terhadap wanita merupakan pemberian termulia, dan Negara Emirates terus bekerja untuk memberdayakan kaum wanita di masyarakat, memberikan mereka kesempatan untuk berperan sesuai kemampuannya, karena mereka merupakan unsur penting kebahagiaan sebuah keluarga, mereka pendidik generasi dan pencetak para pahlawan, mereka bersama lelaki dalam tugas dan bersumbangsih membangun negara. Syaikhah Fatma binti Mubarak berkata: “Sesungguhnya Negara Persatuan Emirates Arab menyediakan kesempatan kerja bagi perempuan di semua bidang kehidupan dan langkah wanita di negara ini cukup cepat dan meyakinkan, semua itu dapat dilihat dari semua sisi.

Mari kita bersama menghargai kedudukan wanita dan mendorong mereka agar menjadi pioner dalam pembangunan dan kemajuan masyarakatnya.

اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا وَنِسَاءَنَا لِكُلِّ خَيْرٍ، وَصَلِّ اللَّهُمَّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ الْمُرْسَلِينَ، فَإِنَّكَ سُبْحَانَكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ الْمُبِينُ:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ (:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»().

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَأَرْحَامِهِمْ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي ثَرَوَاتِهَا وَخَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ