Khotbah Jumat, 18 Rajab
1441 H/ 13 Maret 2020 M
Belajar dari Kebijaksanaan Umar bin Khattab RA
Khotbah Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا
شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ:
Bertakwalah kepada Allah -wahai hamba Allah- serta
renungkanlah firman Allah berikut ini :
وَيُنَجِّي اللَّهُ
الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ
يَحْزَنُونَ
“Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena
kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula)
mereka berduka cita” (Az Zumar 39 : 61).
Kaum Mukminin yang Mulia...
Tercatat bahwa pada tahun 18 Hijriyah, Umar bin Khattab RA
berangkat menuju Syam, dalam perjalanannya ia berjumpa dengan Abu Ubaidah bin
Al Jarrah dan para sahabatnya, mereka memberitahukan kepadanya bahwa wabah
telah merebak di negeri Syam. Kemudian Umar RA dan orang yang bersamanya
kembali, lalu Abu Ubaidah RA bertanya kepadanya : apakah kau lari dari takdir
Allah ? Umar RA menjawab : benar, kami lari dari takdir Allah menuju takdir
Allah. Lalu Abdur Rahman bin ‘Auf RA berkata : aku mendengar Rasulullah Saw
bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمْ
بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ
بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ
“Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri,
maka janganlah kamu datang kesana, dan apabila wabah itu berjangkit di negeri
tempat kamu berada, maka kamu jangan keluar dari negeri itu karena ingin
melarikan diri darinya (Muttafaq ‘Alaih)
Saudaraku Seiman yang Berbahagia...
Inilah yang kini kita istilahkan dengan karantina, pada
kisah diatas, bahwa Umar RA kembali karena ia belum masuk ke negeri Syam,
karena ia mengamalkan hadits diatas dan sebagai bentuk tindakan preventif,
sesuai dengan sabda Rasulullah Saw ketika ada
قال له رجل : يا
رسول الله, أعقلها وأتوكل, أو أطلقها وأتوكل ؟ قال : اعقلها وتوكل
“Seseorang bertanya kepada beliau : Wahai Rasulullah apakah
aku ikat ontaku atau aku lepaskan dan aku bertawakkal ? Beliau Saw menjawab :
"Ikatlah ia lalu bertawakkallah” (At Tirmidzi 2517).
Dengan mengikuti petunjuk nabi serta mengambil hikmah dari
tindakan Umar serta demi menjaga keselamatan jiwa manusia, maka Negara
Persatuan Emirat Arab telah mengambil tindakan preventif dan melakukan
peningkatan proses perlindungan bagi mereka yang datang dari perjalanan, dengan
menerapkan pemeriksaan kesehatan di seluruh bandara, kemudian diharuskan
karantina diri di rumah untuk memastikan keselamatannya dan bila ia terjangkit
virus tersebut, maka ia akan diisolasi di pusat-pusat kesehatan ditunjuk, hingga
ia sehat.
Langkah pencegahan ini membutuhkan kerja sama dari semua
pihak. Semoga Allah melindungi kita dari wabah dan segala bentuk penyakit, dan
semoga Dia memberi kami taufik untuk mentaati-Nya dan mentaati orang yang
diperintahkan untuk kami taati, sebagai pengamalan atas firman-Nya :
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
أَقُولُ قَوْلِي
هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ.
Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ،
وَالِاسْتِمْرَارِ فِي تَطْبِيقِ تَعْلِيمَاتِ وِزَارَةِ الصِّحَّةِ،
وَالتَّعَاوُنِ مَعَهَا، واتِّبَاعِ الْأَسَالِيبِ الصِّحِّيَّةِ فِي التَّعَامُلِ
مَعَ أَفْرَادِ الْعَائِلَةِ وَالْمُجْتَمَعِ.
Aku berwasiat pada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah,
dan tetap terus menerapkan himbauan dari Kementerian Kesehatan, bekerja sama
dengannya, serta mengikuti prosedur kesehatan dalam berinteraksi dengan anggota
keluarga dan masyarakat.
Kaum Mukminin yang Mulia...
Marilah kita berdoa dan aminkanlah, karena tidak ada yang
dapat menolak keputusan Allah (Qadha’) selain doa, dan sesungguhnya Allah Swt
malu bila ada seorang hamba menengadahkan tangannya berdoa kepada-Nya kemudian
Dia mengembalikan kedua tangannya dalam keadaan kosong.
اللَّهُمَّ يَا ذَا
الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ،
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ
عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ؛ وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا
نَعُوذُ بِاسْمِكَ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَهُ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي
السَّمَاءِ؛ مِنْ أَنْ يَلْحَقَ بِنَا مَرَضٌ أَوْ بَلَاءٌ، أَوْ يَحِلَّ بِنَا
سَقَمٌ أَوْ وَبَاءٌ، يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ. وَنَسْأَلُكَ يَا رَبَّنَا أَنْ
تُدِيمَ الْعَافِيَةَ عَلَيْنَا، وَعَلَى سُكَّانِ الْعَالَمِ مِنْ حَوْلِنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ
بِحِفْظِكَ جَمِيعَ السَّاهِرِينَ عَلَى سَلَامَةِ الْمُوَاطِنِينَ
وَالْمُقِيمِينَ؛ مِنْ مَسْؤُولِينَ وَمُوَظَّفِينَ، وَأَطِبَّاءَ وَمُمَرِّضِينَ،
وَمُتَعَاوِنِينَ وَمُتَطَوِّعِينَ، وَوَفِّقْ كُلَّ الْعَامِلِينَ فِي
الْمَنَافِذِ الْبَرِّيَّةِ وَالْبَحْرِيَّةِ وَالْجَوِّيَّةِ، فَإِنَّهُمْ
يُسَارِعُونَ لِدَفْعِ الضَّرَرِ عَنْ غَيْرِهِمْ، وَحِمَايَةِ مُجْتَمَعِهِمْ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ
رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ
عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ
وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ،
وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ
بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.
اللَّهُمَّ أَدِمْ
عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، بِكَرَمِكَ يَا
أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ:
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ
يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
🌸🌸🗒🗒🗒🌸🌸