Friday, March 27, 2020

Khotbah Jum'at:: BELAJAR DARI KEBIJAKAN UMAR BIN KHATTAB RA

Khotbah Jumat, 18 Rajab 1441 H/ 13 Maret 2020 M

Belajar dari Kebijaksanaan Umar bin Khattab RA

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، 

فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
 أَمَّا بَعْدُ:

Bertakwalah kepada Allah -wahai hamba Allah- serta renungkanlah firman Allah berikut ini :

وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita” (Az Zumar 39 : 61). 

Kaum Mukminin yang Mulia...

Tercatat bahwa pada tahun 18 Hijriyah, Umar bin Khattab RA berangkat menuju Syam, dalam perjalanannya ia berjumpa dengan Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan para sahabatnya, mereka memberitahukan kepadanya bahwa wabah telah merebak di negeri Syam. Kemudian Umar RA dan orang yang bersamanya kembali, lalu Abu Ubaidah RA bertanya kepadanya : apakah kau lari dari takdir Allah ? Umar RA menjawab : benar, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah. Lalu Abdur Rahman bin ‘Auf RA berkata : aku mendengar Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ

“Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datang kesana, dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, maka  kamu jangan keluar dari negeri itu karena ingin melarikan diri darinya (Muttafaq ‘Alaih)



Saudaraku Seiman yang Berbahagia...

Inilah yang kini kita istilahkan dengan karantina, pada kisah diatas, bahwa Umar RA kembali karena ia belum masuk ke negeri Syam, karena ia mengamalkan hadits diatas dan sebagai bentuk tindakan preventif, sesuai dengan sabda Rasulullah Saw ketika ada

قال له رجل : يا رسول الله, أعقلها وأتوكل, أو أطلقها وأتوكل ؟ قال : اعقلها وتوكل

“Seseorang bertanya kepada beliau : Wahai Rasulullah apakah aku ikat ontaku atau aku lepaskan dan aku bertawakkal ? Beliau Saw menjawab : "Ikatlah ia lalu bertawakkallah” (At Tirmidzi 2517). 

Dengan mengikuti petunjuk nabi serta mengambil hikmah dari tindakan Umar serta demi menjaga keselamatan jiwa manusia, maka Negara Persatuan Emirat Arab telah mengambil tindakan preventif dan melakukan peningkatan proses perlindungan bagi mereka yang datang dari perjalanan, dengan menerapkan pemeriksaan kesehatan di seluruh bandara, kemudian diharuskan karantina diri di rumah untuk memastikan keselamatannya dan bila ia terjangkit virus tersebut, maka ia akan diisolasi di pusat-pusat kesehatan ditunjuk, hingga ia sehat.

Langkah pencegahan ini membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Semoga Allah melindungi kita dari wabah dan segala bentuk penyakit, dan semoga Dia memberi kami taufik untuk mentaati-Nya dan mentaati orang yang diperintahkan untuk kami taati, sebagai pengamalan atas firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ.



Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ، وَالِاسْتِمْرَارِ فِي تَطْبِيقِ تَعْلِيمَاتِ وِزَارَةِ الصِّحَّةِ، وَالتَّعَاوُنِ مَعَهَا، واتِّبَاعِ الْأَسَالِيبِ الصِّحِّيَّةِ فِي التَّعَامُلِ مَعَ  أَفْرَادِ الْعَائِلَةِ وَالْمُجْتَمَعِ.

Aku berwasiat pada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, dan tetap terus menerapkan himbauan dari Kementerian Kesehatan, bekerja sama dengannya, serta mengikuti prosedur kesehatan dalam berinteraksi dengan anggota keluarga dan masyarakat.



Kaum Mukminin yang Mulia...

Marilah kita berdoa dan aminkanlah, karena tidak ada yang dapat menolak keputusan Allah (Qadha’) selain doa, dan sesungguhnya Allah Swt malu bila ada seorang hamba menengadahkan tangannya berdoa kepada-Nya kemudian Dia mengembalikan kedua tangannya dalam keadaan kosong.

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَيْرِ الْأَنَامِ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ؛ وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِاسْمِكَ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَهُ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ؛ مِنْ أَنْ يَلْحَقَ بِنَا مَرَضٌ أَوْ بَلَاءٌ، أَوْ يَحِلَّ بِنَا سَقَمٌ أَوْ وَبَاءٌ، يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ. وَنَسْأَلُكَ يَا رَبَّنَا أَنْ تُدِيمَ الْعَافِيَةَ عَلَيْنَا، وَعَلَى سُكَّانِ الْعَالَمِ مِنْ حَوْلِنَا.

اللَّهُمَّ احْفَظْ بِحِفْظِكَ جَمِيعَ السَّاهِرِينَ عَلَى سَلَامَةِ الْمُوَاطِنِينَ وَالْمُقِيمِينَ؛ مِنْ مَسْؤُولِينَ وَمُوَظَّفِينَ، وَأَطِبَّاءَ وَمُمَرِّضِينَ، وَمُتَعَاوِنِينَ وَمُتَطَوِّعِينَ، وَوَفِّقْ كُلَّ الْعَامِلِينَ فِي الْمَنَافِذِ الْبَرِّيَّةِ وَالْبَحْرِيَّةِ وَالْجَوِّيَّةِ، فَإِنَّهُمْ يُسَارِعُونَ لِدَفْعِ الضَّرَرِ عَنْ غَيْرِهِمْ، وَحِمَايَةِ مُجْتَمَعِهِمْ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

🌸🌸🗒🗒🗒🌸🌸



Sunday, March 8, 2020

Khotbah Jum'at: LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI


Khotbah Jumat, 11 Rajab 1441 H/ 06 Maret 2020 M

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

Khotbah Pertama::

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِصِحَّةِ الْأَبْدَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الرَّحِيمُ الرَّحْمَنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنبِيَّنَا مُحَمَّدًا رَسُولُهُ إِلَى الْأَنَامِ، 

فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ. أَمَّا بَعْدُ:

Bertakwalah kepada Allah –wahai hamba Allah- dengan sebenar-benarnya takwa, serta mohonlah kepada-Nya kesehatan dan kesembuhan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dalam doanya kepada Tuhannya Azza wa Jalla di setiap pagi :

اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah sehatkanlah badanku, ya Allah sehatkanlah pendengaranku, , ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau” (Bukhari dalam kitab Al Adab Al Mufrad : 701).

 Karena kesehatan jasmani dan kesembuhannya termasuk salah satu nikmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada kita, maka kita wajib menjaganya, yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan, karena satu dirham untuk pencegahan lebih baik dari pengeluaran banyak untuk pengobatan, dengan kata lain lebih baik mencegah daripada mengobati. 

Dan diantara metode pencegahan adalah dengan menjaga kebersihan, seperti yang disyariatkan oleh Allah melalui proses wudlu, didalamnya terdapat pelajaran penting tentang perlunya kebersihan, Allah Swt befirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Al Maidah 5 : 6). 

Pada ayat mulia ini, Allah swt mensyaratkan kebersihan untuk menunaikan ibadah yang agung seperti shalat, maka diwajibkan bagi setiap muslim untuk membasuh beberapa bagian tubuhnya saat berwudlu agar terbersihkan dari kotoran, dan disunnahkan untuk melakukan tiga kali, agar lebih terjamin kebersihannya, sehingga ia selesai berwudlu dalam keadaan suci dan melakukan shalat dalam keadaan bersih, dengan demikian ia telah melakukan salah satu tindakan yang bermanfaat untuk kesehatannya.

Juga diantara salah satu bentuk perwujudan kebersihan adalah seperti yang disunnahkan oleh Nabi Saw bagi setiap muslim adalah berwudlu di rumahnya sebelum berangkat ke masjid, beliau bersabda :

مَنْ تَوَضَّأَ فِي بَيْتِهِ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ أَتَى الْمَسْجِدَ

“Barang siapa berwudlu di rumahnya dengan sebaik-baiknya, kemudian ia mendatangi masjid” (Al Mu’jam Al Kabir, karangan At Thabrani 2139).

 Jadi wudlu yang dilakukan oleh seorang muslim di rumahnya, lebih tepat dalam penerapan kebersihan daripada berwudlu di tempat-tempat wudlu umum.

Hamba Allah yang Mulia..

Sesungguhnya manusia bila tertimpa satu penyakit yang menular, maka hendaknya ia menghindari kontak langsung dengan orang lain, demi untuk melindungi kesehatan, keselamatan dan agar mereka terhindar dari marabahaya, Nabi Saw bersabda :

لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

“Jangan campurkan onta sakit dengan onta yang sehat” (Muttafaq ‘Alaih).

 Hal ini mencakup semua tempat umum, diantaranya masjid, oleh karena itu; *setiap orang yang hendak shalat (Mushalli) bila merasa badannya panas, demam, pilek, batuk atau bersin-bersin, hendaknya ia shalat di rumahnya dan tidak datang ke masjid untuk menunaikan shalat jamaah atau shalat Jum’at, hingga Allah menganugerahkan kesembuhan padanya.*

 Di antara cara untuk menjaga keselamatan orang lain adalah berpegang teguh dengan ajaran Nabi Saw, dimana bila Nabi Saw bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau bajunya” (At Tirmidzi 2745). 

Semua itu merupakan pencegahan dari penyebaran penyakit. Tugas kita adalah menerapkan semua arahan Nabi SAW tersebut, serta memahami tujuannya agar terwujud kemaslahatan bersama.

🤲🤲🤲 Ya Allah, anugerahilah kami kesehatan dan kesembuhan pada badan dan raga kami dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, seperti termaktub dalam kitab-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ


Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هَدْيَهُ. أَمَّا بَعْدُ:

Bertakwalah kepada Allah wahai hamba Allah, serta ketahuilah bahwa mengikuti anjuran medis, dapat memudahkan pencegahan, namun jika mengabaikannya dapat berakibat kebinasaan.

 Dan bila kita memperhatikan penyebaran virus corona di dunia, maka negara Uni Emirat Arab telah melakukan upaya besar untuk membendung penyebarannya, dalam hal ini Departemen Kesehatan telah mengeluarkan beberapa petunjuk pencegahan, seperti : 

*Menghindari tempat-tempat umum, tidak melakukan kontak langsung dengan orang yang tertimpa penyakit menular, mencuci kedua tangan dengan air dan sabun, menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin. Dan cukup mengucapkan sapaan, dan menghindari jabatan tangan, ciuman atau pelukan.*

Kini kewajiban kita adalah menjalankan semua anjuran diatas, karena hal itu merupakan tuntutan agama dan kewajiban bagi setiap warga negara.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْأَنْبِيَاءِ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ r؛ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ؛ وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.

عِبَادَ اللَّهِ: إِنِّي دَاعٍ فَأَمِّنُوا، فَإِنَّهُ لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَسْتَحْيِي إِذَا رَفَعَ الْعَبْدُ يَدَيْهِ، ضَارِعًا إِلَيْهِ؛ أَنْ يَرُدَّهُمَا خَائِبَتَيْنِ، 

🤲🤲🤲 اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِاسْمِكَ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَهُ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ؛ مِنْ أَنْ يَلْحَقَ بِنَا مَرَضٌ أَوْ بَلَاءٌ، أَوْ يَحِلَّ بِنَا سَقَمٌ أَوْ وَبَاءٌ، يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ. وَنَسْأَلُكَ يَا رَبَّنَا أَنْ تُدِيمَ الْعَافِيَةَ عَلَيْنَا، وَعَلَى سُكَّانِ الْعَالَمِ مِنْ حَوْلِنَا، وَتَكْفِيَنَا شَرَّ الْأَوْبِئَةِ وَالْأَمْرَاضِ.

اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ وَنَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ؛ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ.

 اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ.

 اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ نِعَمَكَ، وَجُودَكَ وَفَضْلَكَ، بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.

 رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.

عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.