Saturday, January 5, 2019

Khotbah Jum'at: BERTAUBAT KEPADA MU

Khotbah Jumat, 27 Rabiul Akhir 1440 H/04 Januari 2019 M
Bertaubat Kepada Mu

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَزِيزِ التَّوَّابِ، خَيْرِ مَنْ دُعِيَ فَأَجَابَ، وَهَدَى إِلَى سَبِيلِهِ مَنْ أَنَابَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).

Kaum muslimin: Sesungguhnya Allah memerintahkan kita agar kembali pada-Nya dalam setiap urusan kita dan menghadap pada-Nya dalam semua waktu kita, karena taubat merupakan kedudukan yang agung yang telah diterima oleh para nabi dan rasul, Allah memuji kekasih-Nya Ibrahim AS dalam firman-Nya:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali pada Allah” (Hud 11 : 75).  Allah berfirman mengisahkan tentang nabi Daud AS:

فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

Maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat” (Shad 38 : 24). 

Dikisahkan mengenai nabi Syu’aib AS:

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali” (Hud 11 : 88). Nabi Muhammad SAW selalu kembali kepada Allah dan selalu menghadapkan dirinya kepada-Nya, Allah berfirman:

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

(Yang mempunyai sifat-sifat demkian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nyalah aku kembali” (As Syura 42 : 10). Dan diantara doa Rasulullah SAW:

رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا، لَكَ مِطْوَاعًا، إِلَيْكَ مُخْبِتًا، لَكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا

Tuhanku, jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur kepada-Mu, selalu berdzikir kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, bertaubat kepada-Mu, menyesali dan kembali kepada-Mu” (Ahmad 1997, Abdu Daud 1510, At Tirmidzi 3551 dan Ibnu Majah 3830). Maksudnya: penuh ketenangan, ketundukan, selalu kembali pada-Mu dan menghadap pada-Mu dalam setiap waktuku (Al Nihayah, karangan Ibnu Al Atsir 5/123, 2/4, 1/82).

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar berteladan pada para nabi dan rasul dalam bertaubat kepda Allah Tuhan semesta alam, Allah berfirman:

وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ

Dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku” (Luqman 31 : 15). Lalu bagaimana cara mendapatkan kedudukan agung tersebut?

Hamba Allah: sesungguhnya seorang mukmin bila selalu bertaubat dan kembali kepada Tuhannya, maka ia termasuk golongan orang-orang yang kembali, Allah akan mengabulkan dan memberinya rahmat, ampunan, mengampuni dosanya dan Dia bahagia dengan taubatnya, Rasulullah SAW:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِي، وَاللَّهِ لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بِالْفَلَاةِ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي؛ أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ

Allah berfirman dalam hadits qudsy : Aku sesuai perasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika ia berdzikir kepada-Ku, demi Allah, sesungguhnya Allah senang dengan taubat hamba-Nya melebihi seorang diantara kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang yang luas. Dan barang siapa mendekat pada-Ku satu jengkal, maka Aku mendekat padanya satu hasta, barang siapa mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa, dan barang siapa mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat” (Muslim 2675).

Dan kembali pada Allah dalam senang dan susah, akan mengantarkan seorang pada kedudukan orang-orang yang bertaubat, Allah berfirman:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya” (Az Zumar 39 : 8).

Dan diantara sebab diraihnya kedudukan inabah adalah : hendaknya seorang mukmin kembali pada Tuhannya dengan ibadah dan shalat, dari Abdullah bin Mas’ud RA: bahwa seorang melakukan perbuatan dosa, lalu ia datang pada Nabi Saw dan menceritakan padanya, kemudian turunlah firman Allah:

أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (Hud 11 : 114). Allah akan menerima hamba-Nya yang kembali pada-Nya dengan menunaikan shalat, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ

Sesungguhnya seseorang bila berdiri menunaikan shalat, maka Allah akan menghadap padanya dengan wajah-Nya”(Ibnu Majah 1023). Ketika perkara susah menimpa Nabi SAW, maka beliau segera menunaikan shalat. Karena shalat merupakan penghubung antara hamba dengan Tuhannya, dan diantara doa yang dibaca oleh Nabi SAW pada shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ

Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku bertawakkal kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu dan kepada-Mu aku bertaubat” (Muttafaq ‘Alaih). Maksudnya: aku taat pada-Mu, aku kembali kepada-Mu dengan beribadah, dan aku melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Mu (Ikmalul Mu’allim 3/131).

Kaum muslimin : membaca Al Quran dan menghayati kandungannya akan mewariskan pertaubatan dalam hati, dari Buraidah RA berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ r لَقِيَهُ، فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَهُ الْمَسْجِدَ؛ فَإِذَا صَوْتُ رَجُلٍ يَقْرَأُ، فَقَالَ rمُؤْمِنٌ مُنِيبٌ

Bahwa Nabi SAW berjumpa dengannya, lalu Beliau memegang tangannya dan mengajak masuk ke masjid, tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang membaca, Beliau bersabda: ia adalah seorang mukmin yang bertaubat” (Ahmad 22952 dan An Nasa’i dalam kitab Al Kubra 10/139).

Berpikir tentang ciptaan-ciptaan Allah dan merenungkan keindahan ciptaan-Nya, akan mengingatkan seseorang akan kemampuan Tuhannya serta menunjukkan pada keagungan-Nya, Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapatkan pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)” (Ghafir 40 : 13). Hal itu akan melahirkan pengagungan pada Allah, pertaubatan kepada-Nya serta bersegera dalam mengharap ridha-Nya, Allah berfirman:

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ* وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ* تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada diatas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun ?. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)” (Qaf 50 : 6-8). Bagi setiap orang yang tunduk, khusu’ dan kembali pada Allah Swt (Tafsir Ibnu Katsir 7/396).

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang kembali, yang khusu’ yang bertaubat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : sesungguhnya pada taubat terdapat beberapa manfaat dan ia menjadi jalan menuju ketetapan pada hidayah, Allah berfirman:

وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

Dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya” (Ar Ra’d 13 : 27). Taubat dapat mengingatkan, mencerahkan dan menjauhkan dari kelalaian, Allah berfirman:

وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ

Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)” (Ghafir 40 : 13). Dengan taubat akan terwujud kebahagiaan seseorang, Rasulullah Saw menjelaskan:

إِنَّ مِنَ السَّعَادَةِ أَنْ يَطُولَ عُمْرُ الْعَبْدِ وَيَرْزُقَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْإِنَابَة

Sesungguhnya termasuk kebahagiaan adalah panjang umur seorang hamba dan Allah memberinya rezeki taubat” (Ahmad 14604).

Allah memberikan rahmat pada orang-orang yang bertaubat sebagai khabar gembira, disebutkan dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira” (Az Zumar 39 : 17). Mereka akan dimasukkan ke dalam surga dengan penuh kedamaian, Allah berfirman:

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ* هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ* مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ* ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الخُلُودِ

Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekelan” (Qaf 50 : 31-34). Marilah kita menghadap kepada Allah dengan beribadah dan bertaubat, agar kita diliputi oleh rahmat-Nya dan menganugerahkan kita surga-Nya.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً صَادِقَةً، وَإِنَابَةً دَائِمَةً، اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَعَوْنًا وَتَوْفِيقًا، وَمَحَبَّةً وَتَلَاحُمًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ فِي بُيُوتِنَا وَوَطَنِنَا، وَاجْعَلْنَا بَارِّينَ بِآبَائِنَا، وَاصِلِينَ لِأَرْحَامِنَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ يَتَنَعَّمُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ نَصْرَكَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6915

No comments:

Post a Comment