Khotbah
Jumat, 27 Rabiul Akhir 1440 H/04 Januari 2019 M
Bertaubat Kepada Mu
Khotbah
Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَزِيزِ التَّوَّابِ، خَيْرِ
مَنْ دُعِيَ فَأَجَابَ، وَهَدَى إِلَى سَبِيلِهِ مَنْ أَنَابَ، وَأَشْهَدُ أَنْ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْمًا
تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ
وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).
Kaum
muslimin: Sesungguhnya Allah memerintahkan kita agar kembali pada-Nya dalam setiap
urusan kita dan menghadap pada-Nya dalam semua waktu kita, karena taubat
merupakan kedudukan yang agung yang telah diterima oleh para nabi dan rasul,
Allah memuji kekasih-Nya Ibrahim AS dalam firman-Nya:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ
“Sesungguhnya
Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali
pada Allah” (Hud 11 : 75). Allah berfirman mengisahkan tentang nabi Daud AS:
فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ
“Maka
ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat” (Shad 38
: 24).
Dikisahkan mengenai nabi Syu’aib AS:
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Dan
tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada
Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali” (Hud 11 : 88). Nabi
Muhammad SAW selalu kembali kepada Allah dan selalu menghadapkan dirinya
kepada-Nya, Allah berfirman:
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“(Yang
mempunyai sifat-sifat demkian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nyalah aku kembali”
(As Syura 42 : 10). Dan diantara doa Rasulullah SAW:
رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا،
لَكَ مِطْوَاعًا، إِلَيْكَ مُخْبِتًا، لَكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا
“Tuhanku,
jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur kepada-Mu, selalu berdzikir
kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, bertaubat kepada-Mu, menyesali dan kembali
kepada-Mu” (Ahmad 1997, Abdu Daud 1510, At Tirmidzi 3551 dan Ibnu Majah 3830).
Maksudnya: penuh ketenangan, ketundukan, selalu kembali pada-Mu dan menghadap
pada-Mu dalam setiap waktuku (Al Nihayah, karangan Ibnu Al Atsir 5/123, 2/4,
1/82).
Allah
memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar berteladan pada para nabi dan
rasul dalam bertaubat kepda Allah Tuhan semesta alam, Allah berfirman:
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ
“Dan
ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku” (Luqman 31 : 15). Lalu bagaimana
cara mendapatkan kedudukan agung tersebut?
Hamba
Allah: sesungguhnya seorang mukmin bila selalu bertaubat dan kembali kepada
Tuhannya, maka ia termasuk golongan orang-orang yang kembali, Allah akan
mengabulkan dan memberinya rahmat, ampunan, mengampuni dosanya dan Dia bahagia
dengan taubatnya, Rasulullah SAW:
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِي، وَاللَّهِ
لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ
بِالْفَلَاةِ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا،
وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِذَا
أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي؛ أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ
“Allah
berfirman dalam hadits qudsy : Aku sesuai perasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan
Aku bersamanya jika ia berdzikir kepada-Ku, demi Allah, sesungguhnya Allah
senang dengan taubat hamba-Nya melebihi seorang diantara kalian yang menemukan
untanya yang hilang di padang yang luas. Dan barang siapa mendekat pada-Ku satu
jengkal, maka Aku mendekat padanya satu hasta, barang siapa mendekat kepada-Ku
satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa, dan barang siapa
mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berjalan
cepat” (Muslim 2675).
Dan
kembali pada Allah dalam senang dan susah, akan mengantarkan seorang pada
kedudukan orang-orang yang bertaubat, Allah berfirman:
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ
مُنِيبًا إِلَيْهِ
“Dan
apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada
Tuhannya dengan kembali kepada-Nya” (Az Zumar 39 : 8).
Dan
diantara sebab diraihnya kedudukan inabah adalah : hendaknya seorang mukmin
kembali pada Tuhannya dengan ibadah dan shalat, dari Abdullah bin Mas’ud RA:
bahwa seorang melakukan perbuatan dosa, lalu ia datang pada Nabi Saw dan
menceritakan padanya, kemudian turunlah firman Allah:
أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً
مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى
لِلذَّاكِرِينَ
“Dan
dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian
permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu
menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi
orang-orang yang ingat” (Hud 11 : 114). Allah akan menerima hamba-Nya yang
kembali pada-Nya dengan menunaikan shalat, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَقْبَلَ
اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ
“Sesungguhnya
seseorang bila berdiri menunaikan shalat, maka Allah akan menghadap padanya
dengan wajah-Nya”(Ibnu Majah 1023). Ketika perkara susah menimpa Nabi SAW, maka
beliau segera menunaikan shalat. Karena shalat merupakan penghubung antara
hamba dengan Tuhannya, dan diantara doa yang dibaca oleh Nabi SAW pada shalat
malam adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ
تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ
“Ya
Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku bertawakkal kepada-Mu, aku beriman
kepada-Mu dan kepada-Mu aku bertaubat” (Muttafaq ‘Alaih). Maksudnya: aku taat
pada-Mu, aku kembali kepada-Mu dengan beribadah, dan aku melakukan perbuatan
yang mendekatkan diri kepada-Mu (Ikmalul Mu’allim 3/131).
Kaum
muslimin : membaca Al Quran dan menghayati kandungannya akan mewariskan
pertaubatan dalam hati, dari Buraidah RA berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ r لَقِيَهُ،
فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَهُ الْمَسْجِدَ؛ فَإِذَا صَوْتُ رَجُلٍ يَقْرَأُ،
فَقَالَ r:« مُؤْمِنٌ مُنِيبٌ
“Bahwa
Nabi SAW berjumpa dengannya, lalu Beliau memegang tangannya dan mengajak masuk
ke masjid, tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang membaca, Beliau bersabda: ia adalah seorang mukmin yang bertaubat” (Ahmad 22952 dan An Nasa’i dalam
kitab Al Kubra 10/139).
Berpikir
tentang ciptaan-ciptaan Allah dan merenungkan keindahan ciptaan-Nya, akan
mengingatkan seseorang akan kemampuan Tuhannya serta menunjukkan pada
keagungan-Nya, Allah berfirman:
هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ
لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ
“Dia-lah
yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu
rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapatkan pelajaran kecuali orang-orang yang
kembali (kepada Allah)” (Ghafir 40 : 13). Hal itu akan melahirkan pengagungan
pada Allah, pertaubatan kepada-Nya serta bersegera dalam mengharap ridha-Nya,
Allah berfirman:
أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ
كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ* وَالْأَرْضَ
مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ
زَوْجٍ بَهِيجٍ* تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ
“Maka
apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada diatas mereka, bagaimana Kami
meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak
sedikit pun ?. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya
gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang
indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap
hamba yang kembali (mengingat Allah)” (Qaf 50 : 6-8). Bagi setiap orang yang
tunduk, khusu’ dan kembali pada Allah Swt (Tafsir Ibnu Katsir 7/396).
Ya
Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang kembali,
yang khusu’ yang bertaubat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu,
mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati
orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas
firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khotbah
Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلِيُّ
الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ
اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى
التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ
اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : sesungguhnya pada taubat terdapat beberapa manfaat dan ia
menjadi jalan menuju ketetapan pada hidayah, Allah berfirman:
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ
“Dan
menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya” (Ar Ra’d 13 : 27). Taubat
dapat mengingatkan, mencerahkan dan menjauhkan dari kelalaian, Allah berfirman:
وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ
“Dan
tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)”
(Ghafir 40 : 13). Dengan taubat akan terwujud kebahagiaan seseorang, Rasulullah
Saw menjelaskan:
إِنَّ مِنَ السَّعَادَةِ أَنْ يَطُولَ عُمْرُ
الْعَبْدِ وَيَرْزُقَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْإِنَابَة
“Sesungguhnya
termasuk kebahagiaan adalah panjang umur seorang hamba dan Allah memberinya
rezeki taubat” (Ahmad 14604).
Allah
memberikan rahmat pada orang-orang yang bertaubat sebagai khabar gembira,
disebutkan dalam firman-Nya:
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن
يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى
“Dan
orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada
Allah, bagi mereka berita gembira” (Az Zumar 39 : 17). Mereka akan dimasukkan
ke dalam surga dengan penuh kedamaian, Allah berfirman:
وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ
بَعِيدٍ* هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ* مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ
بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ* ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ
الخُلُودِ
“Dan
didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada
jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap
hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua
peraturan-peraturan-Nya). (yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha
Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang
bertaubat. Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekelan” (Qaf 50 :
31-34). Marilah kita menghadap kepada Allah dengan beribadah dan bertaubat,
agar kita diliputi oleh rahmat-Nya dan menganugerahkan kita surga-Nya.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ
وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً صَادِقَةً،
وَإِنَابَةً دَائِمَةً، اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَعَوْنًا
وَتَوْفِيقًا، وَمَحَبَّةً وَتَلَاحُمًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِآبَائِنَا
وَأُمَّهَاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ فِي
بُيُوتِنَا وَوَطَنِنَا، وَاجْعَلْنَا بَارِّينَ بِآبَائِنَا، وَاصِلِينَ
لِأَرْحَامِنَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفةْ بن
زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ
اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم،
وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ
ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ
يَتَنَعَّمُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ
وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا
وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا
وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً
وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ
الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ
الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ
الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَنْزِلْ
عَلَيْهِمْ نَصْرَكَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ،
وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ
الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا
مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي
الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ
الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ
يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6915
No comments:
Post a Comment