Saturday, January 5, 2019

Khtbah Jum'at: HATI YANG BERSIH


Khotbah Jum'at, 20 Rabiul Akhir 1440 H/28 Desember 2018 M
Hati Yang Bersih

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، بِيَدِهِ قُلُوبُ الْخَلْقِ أَجْمَعِينَ، يُصَرِّفُهَا بِعِلْمِهِ وَحِكْمَتِهِ، وَيُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ بِقُدْرَتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، أَنْقَى النَّاسِ قَلْبًا، وَأَسْلَمُهُمْ صَدْرًا، وَأَزْكَاهُمْ نَفْسًا، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ عَنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ:( أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ)().

Kaum muslimin : Allah Swt berfirman:

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ* إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (As Syu’ara’ 26 : 88-89). Hati yang bersih adalah hati seorang mukmin yang seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

إِنَّمَا الْكَرْمُ قَلْبُ الْمُؤْمِنِ

Sesungguhnya kemuliaan adalah hati orang mukmin” (Muttafaq ‘Alaih). Karena darinya sumber kemuliaan, tempat iman dan petunjuk, cahaya dan ketakwaan. Dan ketika Nabi SAW ditanya:

سُئِلَ ( أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ:« كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ صَدُوقِ اللِّسَانِ». قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ؟ قَالَ :«هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ، وَلَا بَغْيَ، وَلَا غِلَّ، وَلَا حَسَدَ

Siapakah sebaik-sebaiknya manusia ? Beliau menjawab : semua pemilik hati yang bersih dan ucapan yang jujur. Mereka berkata : ucapan yang jujur kami mengetahuinya, lalu apa yang dimaksud dengan hati yang bersih ? Beliau bersabda : hati yang bertakwa dan bersih, tidak ada dosa, tidak ada kedzaliman dan tidak ada dengki didalamnya” (Ibnu Majah 4216). 

Barang siapa yang menginginkan ketetapan iman dalam hatinya, maka jauhilah dengki, Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَجْتَمِعُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ الْإِيمَانُ وَالْحَسَدُ

Tidak berkumpul dalam hati seorang hamba keimanan dan kedengkian” (An Nasa’i 3109 dan Ibnu Hibban 4606). Hati seorang mukmin bercirikan kebaikan, toleran, kelembutan dan kebersihan, oleh karena itu para ulama sangat mencintai pemilik hati yang bersih, Sofyan bin Dinar berkata pada salah seorang sahabat Ali bin Abi Thalib RA: ceritakan padaku tentang amalan orang sebelum kami ? Ia berkata: mereka beramal sedikit tapi mendapatkan balasan yang banyak. Aku bertanya : kenapa demikian ? Ia menjawab: karena hati mereka bersih (Kitab Az Zuhd, karangan Hanad bin As Siri 2/600). Itulah nikmat dan pemberian dari Allah yang agung, yang dilimpahkan kepada orang yang mengikuti jalan-Nya dan menempuh sebab akibat menuju kesana. Lalu apa saja sebab keselamatan hati ?

Kaum mukminin : diantara sebab keselamatan dan ketentraman hati adalah cinta pada Allah, dengannya hati akan menikmati kemanisan iman dan hatinya akan dipenuhi oleh ketentraman, Nabi SAW bersabda:

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا

Tiga perkara apabila perkara tersebut pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman : orang yang menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya” (Muttafaq ‘Alaih). Cinta pada Allah akan membuahkan pengagungan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya. Itu semua merupakan ketakwaan hati dan keselamatannya, Allah berfirman:

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati” (Al Hajj 22 : 32). Dengan demikian ia telah memenuhi perintah Allah dan berteladan pada petunjuk Rasulullah Saw, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُون

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan” (Al Anfal 8 : 24).

Juga shalat wahai hamba Allah: karena shalat merupakan ibadah penentram hati, dari Abdullah bin Muhammad bin Al Hanafiyah berkata:

انْطَلَقْتُ أَنَا وَأَبِي إِلَى صِهْرٍ لَنَا مِنَ الْأَنْصَارِ نَعُودُهُ، فَحَضَرَتِ الصَّلَاةُ، فَقَالَ لِبَعْضِ أَهْلِهِ: ائْتُونِي بِوَضُوءٍ لَعَلِّي أُصَلِّي فَأَسْتَرِيحَ. ثُمَّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ( يَقُولُ :« قُمْ يَا بِلَالُ أَقِمْ، فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

Aku dan ayahku berangkat menjumpai mantu kami dari Al Anshar, maka tibalah waktu shalat, ia meminta sebagian dari anggota keluarganya : ambilkan aku air wudlu, semoga aku bisa shalat dan menentramkan diri. Kemudian ia berkata : aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : berdirilah wahai Bilal kumandangkan iqamah, semoga kami mendapatkan ketentraman dengan shalat” (Abu Daud 4986). Karena orang yang shalat menghadap pada Tuhannya dengan menghadirkan keagungan-Nya, maka hatinya dan jiwanya akan diliputi oleh ketentraman dan ketenangan, ia akan mendapatkan kekhusuan dalam shalat, menghayati maknanya, sehingga pahalanya melimpah, Ibnu Abbas RA berkata : “Dua rakaat yang dilakukan dengan penuh penghayatan, lebih baik dari shalat malam sedangkan hatinya lalai” (Az Zuhd, karangan Ibnu Al Mubarak 1/97).

Menunaikan zakat dan bersedekah pada fakir dan orang-orang yang membutuhkan, semua itu akan membersihkan hati dan mensucikan jiwa, Allah berfirman:

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (At Taubah 9 : 103). Rasulullah Saw bersabda:

لَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا

Tidak berkumpul kekikiran dan keimanan pada hati seorang hamba selamanya” (Bukhari dalam kitab Al Adab Al Mufrad 281, An Nasa’i 3110 dan Ahmad 9693).

Puasa Ramadhan dan puasa tiga hari setiap bulannya, termasuk ibadah yang mampu melindungi seseorang atas keselamatan hatinya dan menjauhkannya dari keburukan, Rasulullah SAW:

صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ، وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ؛ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ

“Puasa pada bulan kesabaran dan puasa tiga hari setiap bulannya, akan menghilangkan kedengkian hati” (Ahmad 23070)

Dengan belajar dan membaca Al Quran serta mengamalkan kandungan ayat-ayatnya, maka hatinya akan istiqomah, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Yunus 10 : 57). Dalam Al Quran terdapat nasehat, kesembuhan, petunjuk dan peringatan:

لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikan” (Qaf 50 : 37)

Sesungguhnya berdzikir kepada Allah, merupakan salah satu penyebab keselamatan hati dan ketentramannya, Allah berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (Ar Ra’d 13 : 28). Maksudnya : hati menjadi lembut, tenang dan tenteram (Tafsir Al Baghawi 4/85). Ibnu Abbas RA berkata:

الشَّيْطَانُ جَاثِمٌ عَلَى قَلْبِ ابْنِ آدَمَ، فَإِذَا سَهَا وَغَفَلَ وَسْوَسَ، وَإِذَا ذَكَرَ اللَّهَ خَنَسَ

Syaitan bersemayam di hati Anak Adam, bila ia lupa dan lalai, ia akan menggodanya dan bila mengingat Allah, ia akan tertutupi” (Abu Daud dalam kitab Az Zuhd 1/395).

Bagi orang yang memperhatikan keselamatan hati mereka : sesungguhnya berdoa menjadi salah satu penyebab ketetapan hati dalam kebenaran, keistiqomahan dan keselamatan dari kemungkaran, oleh karena itu Nabi Saw memperbanyak doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat Yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu”(At Tirmidzi 2140 dan Ibnu Majah 3834). Dan doanya:

اللهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati kami untuk selalu dalam ketaatan pada-Mu” (Muslim 2654). Dan doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ… قَلْبًا سَلِيمًا

Ya Allah, aku mohon pada-Mu .. hati yang selamat” (At Tirmidzi 2140 dan Ibnu Majah 3834)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang beriman, yang datang pada-Mu dengan hati yang selamat, lalu Engkau sambut mereka dengan Rahmat-Mu wahai Tuhan semesta alam, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : sesungguhnya kesalamatan hati merupakan jalan yang mengantarkan ke surga, dari Anas bin Malik RA berkata : ketika kami duduk bersama Rasulullah SAW, beliau bersabda:

يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ». فَطَلَعَ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ … فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ قَالَ النَّبِيُّ ( مِثْلَ ذَلِكَ، فَطَلَعَ الرَّجُلُ نَفْسُهُ، وَفِي الْيَوْمِ الثَّالِثِ كَذَلِكَ، فَلَمَّا قَامَ النَّبِيُّ ( تَبِعَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ذَلِكَ الرَّجُلَ فَطَلَبَ ضِيَافَتَهُ، فَاسْتَقْبَلَهُ فِي بَيْتِهِ ثَلَاثَ لَيَالٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو: فَلَمْ أَرَهُ يَقُومُ مِنَ اللَّيْلِ شَيْئًا، غَيْرَ أَنَّهُ إِذَا تَقَلَّبَ عَلَى فِرَاشِهِ ذَكَرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَكَبَّرَ، حَتَّى يَقُومَ لِصَلَاةِ الْفَجْرِ، ولَمْ أَسْمَعْهُ يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا، فَلَمَّا مَضَتِ الثَّلَاثُ لَيَالٍ قُلْتُ:… سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ( يَقُولُ لَكَ ثَلَاثَ مِرَارٍ:« يَطْلُعُ عَلَيْكُمُ الْآنَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ». فَطَلَعْتَ أَنْتَ الثَّلَاثَ مِرَارٍ، فَأَرَدْتُ أَنْ آوِيَ إِلَيْكَ لِأَنْظُرَ مَا عَمَلُكَ، فَأَقْتَدِيَ بِهِ، فَلَمْ أَرَكَ تَعْمَلُ كَثِيرَ عَمَلٍ، فَمَا الَّذِي بَلَغَ بِكَ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (؟ فَقَالَ: مَا هُوَ إِلَّا مَا رَأَيْتَ، غَيْرَ أَنِّي لَا أَجِدُ فِي نَفْسِي لِأَحَدٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ غِشًّا، وَلَا أَحْسُدُ أَحَدًا عَلَى خَيْرٍ أَعْطَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ. فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ: هَذِهِ الَّتِي بَلَغَتْ بِكَ

Akan muncul pada kalian seorang laki-laki dari penghuni surga”. Tiba-tiba muncul seorang dari Al Anshar. Keesokan harinya, Nabi Saw berkata seperti diatas, maka muncul orang yang sama, dan begitu pula pada hari ketiga, dan ketika Nabi Saw berdiri, Abdullah bin Amr bin Al Ash RA mengikuti lelaki itu dan meminta menginap di rumahnya, lalu ia menginap di rumah lelaki itu selama tiga malam, Abdullah bin Amr berkata : aku tidak melihatnya shalat malam, hanya saja bila ia terbangun malam, ia membolak-balikkan badannya diatas tempat tidurnya sambil berdzikir dan bertakbir, hingga bangun untuk shalat subuh dan aku tidak mendengar darinya kecuali kebaikan, maka ketika tiga malam telah berlalu, aku berkata : aku mendengar Rasulullah Saw berkata mengenaimu tiga kali : Akan muncul pada kalian seorang laki-laki dari penghuni surga”. Dan kau muncul selama tiga kali berturut-turut, maka aku ingin menginap di rumahmu agar aku dapat melihat amalanmu, dan menteladaninya, tapi aku tidak melihat kau melakukan amalan yang banyak, lalu apa yang membuatmu sampai pada posisi seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Saw ? Ia menjawab : seperti yang kau lihat, hanya saja aku tidak memiliki perasaan dendam dalam hati kepada seorang muslim pun, dan tidak pernah hasut terhadap kebaikan seorang yang diberikan Allah kepadanya. Abdullah berkata : inilah amalan yang mengantarkanmu pada posisimu” (Ahmad 13034)

Marilah kita berusaha untuk menjaga kesalamatan hati kita, agar kita mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman di dunia dan menempati surga tertinggi di akhirat.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا كَمَا تُطَهِّرُ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ.
اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَعَوْنًا وَتَوْفِيقًا، وَمَحَبَّةً وَتَلَاحُمًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ فِي بُيُوتِنَا وَوَطَنِنَا، وَاجْعَلْنَا بَارِّينَ بِآبَائِنَا، وَاصِلِينَ لِأَرْحَامِنَا.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ يَتَنَعَّمُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ نَصْرَكَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6913” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6913

Khotbah Jum'at: BERTAUBAT KEPADA MU

Khotbah Jumat, 27 Rabiul Akhir 1440 H/04 Januari 2019 M
Bertaubat Kepada Mu

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْعَزِيزِ التَّوَّابِ، خَيْرِ مَنْ دُعِيَ فَأَجَابَ، وَهَدَى إِلَى سَبِيلِهِ مَنْ أَنَابَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ)( ).

Kaum muslimin: Sesungguhnya Allah memerintahkan kita agar kembali pada-Nya dalam setiap urusan kita dan menghadap pada-Nya dalam semua waktu kita, karena taubat merupakan kedudukan yang agung yang telah diterima oleh para nabi dan rasul, Allah memuji kekasih-Nya Ibrahim AS dalam firman-Nya:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi pengiba dan suka kembali pada Allah” (Hud 11 : 75).  Allah berfirman mengisahkan tentang nabi Daud AS:

فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

Maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat” (Shad 38 : 24). 

Dikisahkan mengenai nabi Syu’aib AS:

وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali” (Hud 11 : 88). Nabi Muhammad SAW selalu kembali kepada Allah dan selalu menghadapkan dirinya kepada-Nya, Allah berfirman:

ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

(Yang mempunyai sifat-sifat demkian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nyalah aku kembali” (As Syura 42 : 10). Dan diantara doa Rasulullah SAW:

رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا، لَكَ مِطْوَاعًا، إِلَيْكَ مُخْبِتًا، لَكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا

Tuhanku, jadikanlah aku orang yang selalu bersyukur kepada-Mu, selalu berdzikir kepada-Mu, tunduk kepada-Mu, bertaubat kepada-Mu, menyesali dan kembali kepada-Mu” (Ahmad 1997, Abdu Daud 1510, At Tirmidzi 3551 dan Ibnu Majah 3830). Maksudnya: penuh ketenangan, ketundukan, selalu kembali pada-Mu dan menghadap pada-Mu dalam setiap waktuku (Al Nihayah, karangan Ibnu Al Atsir 5/123, 2/4, 1/82).

Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar berteladan pada para nabi dan rasul dalam bertaubat kepda Allah Tuhan semesta alam, Allah berfirman:

وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ

Dan ikutlah jalan orang yang kembali kepada-Ku” (Luqman 31 : 15). Lalu bagaimana cara mendapatkan kedudukan agung tersebut?

Hamba Allah: sesungguhnya seorang mukmin bila selalu bertaubat dan kembali kepada Tuhannya, maka ia termasuk golongan orang-orang yang kembali, Allah akan mengabulkan dan memberinya rahmat, ampunan, mengampuni dosanya dan Dia bahagia dengan taubatnya, Rasulullah SAW:

يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْحَدِيثِ الْقُدْسِيِّ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِي، وَاللَّهِ لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بِالْفَلَاةِ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا؛ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي؛ أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ

Allah berfirman dalam hadits qudsy : Aku sesuai perasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika ia berdzikir kepada-Ku, demi Allah, sesungguhnya Allah senang dengan taubat hamba-Nya melebihi seorang diantara kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang yang luas. Dan barang siapa mendekat pada-Ku satu jengkal, maka Aku mendekat padanya satu hasta, barang siapa mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa, dan barang siapa mendatangi-Ku dengan berjalan, niscaya Aku akan mendatanginya dengan berjalan cepat” (Muslim 2675).

Dan kembali pada Allah dalam senang dan susah, akan mengantarkan seorang pada kedudukan orang-orang yang bertaubat, Allah berfirman:

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya” (Az Zumar 39 : 8).

Dan diantara sebab diraihnya kedudukan inabah adalah : hendaknya seorang mukmin kembali pada Tuhannya dengan ibadah dan shalat, dari Abdullah bin Mas’ud RA: bahwa seorang melakukan perbuatan dosa, lalu ia datang pada Nabi Saw dan menceritakan padanya, kemudian turunlah firman Allah:

أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفاً مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ

Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat” (Hud 11 : 114). Allah akan menerima hamba-Nya yang kembali pada-Nya dengan menunaikan shalat, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ

Sesungguhnya seseorang bila berdiri menunaikan shalat, maka Allah akan menghadap padanya dengan wajah-Nya”(Ibnu Majah 1023). Ketika perkara susah menimpa Nabi SAW, maka beliau segera menunaikan shalat. Karena shalat merupakan penghubung antara hamba dengan Tuhannya, dan diantara doa yang dibaca oleh Nabi SAW pada shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ

Ya Allah, aku berserah diri kepada-Mu, aku bertawakkal kepada-Mu, aku beriman kepada-Mu dan kepada-Mu aku bertaubat” (Muttafaq ‘Alaih). Maksudnya: aku taat pada-Mu, aku kembali kepada-Mu dengan beribadah, dan aku melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada-Mu (Ikmalul Mu’allim 3/131).

Kaum muslimin : membaca Al Quran dan menghayati kandungannya akan mewariskan pertaubatan dalam hati, dari Buraidah RA berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ r لَقِيَهُ، فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَهُ الْمَسْجِدَ؛ فَإِذَا صَوْتُ رَجُلٍ يَقْرَأُ، فَقَالَ rمُؤْمِنٌ مُنِيبٌ

Bahwa Nabi SAW berjumpa dengannya, lalu Beliau memegang tangannya dan mengajak masuk ke masjid, tiba-tiba terdengar suara seseorang sedang membaca, Beliau bersabda: ia adalah seorang mukmin yang bertaubat” (Ahmad 22952 dan An Nasa’i dalam kitab Al Kubra 10/139).

Berpikir tentang ciptaan-ciptaan Allah dan merenungkan keindahan ciptaan-Nya, akan mengingatkan seseorang akan kemampuan Tuhannya serta menunjukkan pada keagungan-Nya, Allah berfirman:

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمْ آيَاتِهِ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ

Dia-lah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya dan menurunkan untukmu rezeki dari langit. Dan tiadalah mendapatkan pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)” (Ghafir 40 : 13). Hal itu akan melahirkan pengagungan pada Allah, pertaubatan kepada-Nya serta bersegera dalam mengharap ridha-Nya, Allah berfirman:

أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ* وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ* تَبْصِرَةً وَذِكْرَى لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada diatas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikit pun ?. Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)” (Qaf 50 : 6-8). Bagi setiap orang yang tunduk, khusu’ dan kembali pada Allah Swt (Tafsir Ibnu Katsir 7/396).

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan hamba-hamba-Mu yang kembali, yang khusu’ yang bertaubat, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat : sesungguhnya pada taubat terdapat beberapa manfaat dan ia menjadi jalan menuju ketetapan pada hidayah, Allah berfirman:

وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

Dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya” (Ar Ra’d 13 : 27). Taubat dapat mengingatkan, mencerahkan dan menjauhkan dari kelalaian, Allah berfirman:

وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَن يُنِيبُ

Dan tiadalah mendapat pelajaran kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah)” (Ghafir 40 : 13). Dengan taubat akan terwujud kebahagiaan seseorang, Rasulullah Saw menjelaskan:

إِنَّ مِنَ السَّعَادَةِ أَنْ يَطُولَ عُمْرُ الْعَبْدِ وَيَرْزُقَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْإِنَابَة

Sesungguhnya termasuk kebahagiaan adalah panjang umur seorang hamba dan Allah memberinya rezeki taubat” (Ahmad 14604).

Allah memberikan rahmat pada orang-orang yang bertaubat sebagai khabar gembira, disebutkan dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَن يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى

Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira” (Az Zumar 39 : 17). Mereka akan dimasukkan ke dalam surga dengan penuh kedamaian, Allah berfirman:

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ غَيْرَ بَعِيدٍ* هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِكُلِّ أَوَّابٍ حَفِيظٍ* مَنْ خَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ* ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ ذَلِكَ يَوْمُ الخُلُودِ

Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (yaitu) orang-orang yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat. Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekelan” (Qaf 50 : 31-34). Marilah kita menghadap kepada Allah dengan beribadah dan bertaubat, agar kita diliputi oleh rahmat-Nya dan menganugerahkan kita surga-Nya.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً صَادِقَةً، وَإِنَابَةً دَائِمَةً، اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَعَوْنًا وَتَوْفِيقًا، وَمَحَبَّةً وَتَلَاحُمًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ فِي بُيُوتِنَا وَوَطَنِنَا، وَاجْعَلْنَا بَارِّينَ بِآبَائِنَا، وَاصِلِينَ لِأَرْحَامِنَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ يَتَنَعَّمُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ نَصْرَكَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6915