Khutbah
Jumat, 29 Syawwal 1439 H/13 Juli 2018 M
Allah
Yang Maha Melapangkan Rejeki
Khutbah
Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَسَطَ فَضْلَهُ
لِلْعَالَمِينَ، وَوَسِعَ عَطَاؤُهُ النَّاسَ أَجْمَعِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ)).
Kaum
muslimin: Sesungguhnya Al Basith merupakan salah satu Asmaul Husna, Rasulullah
SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْخَالِقُ الرَّازِقُ،
الْقَابِضُ الْبَاسِطُ
“Sesungguhnya
Allah, Dia-lah Yang Maha Pencipta, Maha Pemberi rezeki, Maha Menggenggam dan Maha
Meluaskan” (Abu Daud 3451, At Tirmidzi 1314 dan Ahmad 12927). Dia-lah yang
meluaskan dengan kedermawanan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya dan menyebarkan
anugerah-Nya pada mereka dengan Kemuliaan-Nya, perbendaharaan-Nya yang penuh tak
pernah habis, Allâh berfirman:
وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Padahal
kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi” (Al Munafiqun 63 : 7).
Pemberian Allâh sangat melimpah dan tidak pernah habis, Allâh berfirman:
بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ
”Tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia
kehendaki” (Al Maidah 5 : 64). Di tangan-Nya terdapat segala sesuatu, Allâh
berfirman:
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ
يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Kepunyaan-Nya-lah
perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rejeki bagi siapa yang
dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala
sesuatu” (As Syura 42 : 12). Dia-lah Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya
dengan kebaikan, Allâh berfirman:
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ
الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ
“Dan
apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezki
bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu)”
(Ar Rum 30 : 37).
Dia-lah Allah Yang membentangkan awan di langit, kemudian
darinya diturunkan hujan untuk hamba-hamba-Nya, Dia yang menebarkan rahmat pada
mereka sehingga mereka berbahagia dan bergembira (Tafsir Ibnu Katsir 6/322).
Allâh berfirman:
اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ
سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا
فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ
مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
“Allah,
Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah
membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya
bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka
apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba
mereka menjadi gembira ” (Ar Rum 30 : 48)
Allah
telah menghamparkan bumi untuk semua makhluk-Nya, menundukkan untuk mereka dan
mempermudah sebab-sebab rejeki mereka. Allah berfirman:
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا*
لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا
“Dan
Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, supaya
kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”(Nuh 71 : 19-20). Maksudnya
bahwa Allâh menghamparkan bumi, agar mereka dapat tinggal dan berjalan di
seluruh penjurunya serta mencari rezekinya (Tafsir Ibnu Katsir 8/234). Dan
diantara rezeki yang dibentangkan oleh Allâh bagi hamba-hamba-Nya di muka bumi
adalah dengan memberikan kesehatan dan kekuatan pada tubuh mereka, dan diajarkan
hal yang bermanfaat bagi mereka. Sebagaimana Allâh menganugerahkan hamba-Nya
Thalut keluasan ilmu dan kekuatan badan, Allâh berfirman:
وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ
“Dan
menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa ” (Al Baqarah 2 : 247).
Dan Allâh memberikan kekuatan pada kaum Ad, dijelaskan dalam firman-Nya:
وَزَادَكُمْ فِي الْخَلْقِ بَسْطَةً فَاذْكُرُوا
آلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Dan
Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu).
Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan ” (Al
A’raf 7 : 69).
Lalu
bagaimana kita bisa menerima pemberian Allâh Yang Maha Membentangkan rezeki ?
Sesungguhnya pemberian Allâh Yang Maha Luas rejeki-Nya bisa digapai dengan
bertakwa kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ،
وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَجَلِهِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ
“Barang
siapa suka untuk dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya ia
bertakwa kepada Allah” (Shahih Ibnu Hibban 439).
Salah
satu bentuk takwa kepada Allâh adalah dengan : kembali kepada-Nya, beristighfar
dan bertaubat. Nabi SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ
بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ
لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ
“Sesungguhnya
Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang-orang
yang berbuat buruk di siang hari, dan Dia membentangkan tangan-Nya di siang
hari untuk menerima taubat orang-orang yang berbuat buruk di malam hari”
(Muslim 2759).
Dan
diantara hal yang dapat mendatangkan pemberian dan kemuliaan Allâh yang luas
adalah dengan berbuat baik kepada kedua orang tua dan berbakti kepada keduanya.
Nabi SAW bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمُرِهِ،
وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ
“Barang
siapa yang suka untuk dipanjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, hendaknya ia
berbakti kepada kedua orang tuanya” (Ahmad 13401).
Memberi,
membuka tangan, memuliakan dan berinfak yang teragung adalah dengan menyambung
hubungan kekeluargaan dan kekerabatan, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ،
وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang
siapa yang senang untuk diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka
hendaknya ia bersilaturrahim” (Muttafaq ‘Alaih).
Kaum
mukminin: Sesungguhnya hal dapat mewujudkan makna Asmaul Husna Al Basith dalam
kehidupan kita adalah dengan membentangkan tangan kita untuk berbuat baik pada
sesama dan berlaku dermawan pada mereka, maka barang siapa membuka tangannya
untuk memberikan kebaikan, maka Allâh akan meluaskan rezeki padanya dan
memberinya kemuliaan dan keutamaan, Rasulullah SAW bersabda bahwa:
يَبْسُطُ يَدَيْهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُولُ:
مَنْ يُقْرِضُ غَيْرَ عَدُومٍ وَلَا ظَلُومٍ
“Allâh
membentangkan tangan-Nya dan berfirman : barang siapa meminjamkan, maka tidak
ada pengurangan dan kedzaliman (pahala)” (Muslim 758). Maksudnya bahwa barang
siapa membuka tangannya untuk berinfak, maka ia akan mendapati Tuhan Yang Maha
Kaya yang memberi ganti di dunia dan akhirat, dan tidak ada pengurangan pahala
dan balasannya (Mirqatul Mashabih Syarah Misykatul Mashabih 3/925). Allâh
berfirman:
قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ
يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ
يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Katakanlah:
“Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan
barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah
Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Saba’ 34 : 39).
Dan
hal terpenting yang dapat kita wujudkan dengan Asma-Nya Al Basith adalah dengan
membentangkan tangan kita untuk berdoa, karena Allâh tidak akan menolak orang
yang berdoa, membentangkan tangannya berharap kepada-Nya, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَسْتَحْيِي أَنْ يَبْسُطَ إِلَيْهِ
عَبْدُهُ يَدَيْهِ يَسْأَلُهُ بِهِمَا خَيْرًا فَيَرُدَّهُمَا خَائِبَتَيْنِ
"Sesungguhnya
Allah malu, bila seorang hamba menengadahkan kedua tangannya memohon kebaikan,
lalu Dia menolak keduanya” (Abu Daud 1488, At Tirmidzi 3556, Ibnu Majah 3865
dan Ahmad 24435).
Dan
doa di sepertiga malam akhir lebih terkabulkan, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَفْتَحُ أَبْوَابَ
السَّمَاءِ ثُلُثَ اللَّيْلِ الْبَاقِي، ثُمَّ يَهْبِطُ إِلَى السَّمَاءِ
الدُّنْيَا، ثُمَّ يَبْسُطُ يَدَهُ، ثُمَّ يَقُولُ: أَلَا عَبْدٌ يَسْأَلُنِي
فَأُعْطِيَهُ. حَتَّى يَسْطَعَ الْفَجْر
“Sesungguhnya
Allah Azza wa Jalla membuka pintu-pintu langit pada sepertiga malam yang
tersisa, kemudian Dia turun ke langit dunia, membentangkan tangan-Nya dan
berfirman : adakah seorang hamba yang memohon kepada-Ku, niscaya aku
memberinya, dan hal itu hingga terbit fajar” (Ahmad 4356).
Ya
Allah, bentangkanlah kebaikan dan anugerah-Mu pada kami,berilah kami semua
taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu
‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي
وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah
Kedua:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا
مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا
وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى
اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat : diantara doa Nabi SAW adalah:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كُلُّهُ، اللَّهُمَّ
لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ، وَلَا بَاسِطَ لِمَا قَبَضْتَ، وَلَا هَادِيَ لِمَا
أَضْلَلْتَ، وَلَا مُضِلَّ لِمَنْ هَدَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا
مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ، وَلَا مُبَاعِدَ
لِمَا قَرَّبْتَ، اللَّهُمَّ ابْسُطْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ
وَفَضْلِكَ وَرِزْقِكَ
“Ya
Allah, segala puji hanya bagi-Mu, ya Allah tidak ada yang bisa mengenggam apa
yang telah Engkau bentangkan dan tidak ada pula yang bisa membentangkan apa
yang telah Engkau genggam. Tidak ada yang bisa memberi petunjuk terhadap siapa
yang telah Engkau sesatkan, tak ada pula yang bisa menyesatkan siapa yang telah
Engkau beri petunjuk. Tidak ada yang bisa memberi terhadap apa yang telah
Engkau tahan dan tidak ada pula yang bisa menahan terhadap apa yang telah
Engkau beri. Tidak ada yang bisa mendekatkan terhadap apa yang telah Engkau
jauhkan dan tidak ada pula yang bisa menjauhkan terhadap apa yang telah Engkau
dekatkan. Ya Allah bentangkan pada kami dari barakah-Mu, rahmat–Mu, anugerah-Mu
dan rizki-Mu” (Bukhari dalam Al Adab Al Mufrid 1/243). Maka hendaknya kita
memperbanyak berdoa kepada Allâh dengan nama-Nya Al Basith, karena di tangan-Nya
segala perbendaharaan langit dan bumi, Allâh menjelaskan:
وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ
وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ
“Dan
tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak
menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu ” (Al Hijr 15 : 21).
Carilah
perantara yang dapat mempermudah terbentangnya kebaikan dan kemudahan bagi kita
dari Allâh Yang Maha Membentangkan, yaitu dengan mengikuti apa yang
diperintahkan, sehingga kehidupan, keluarga dan masyarakat kita menjadi berkah.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ( :« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»(). اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
وارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ
الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ
بِآبَائِهِمْ وَأُمَّهَاتِهِمْ، الْمُحْسِنِينَ إِلَى أَهْلِيهِمْ.
اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى الْحَاكِمِ
وَالْوَطَنِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بن زايدْ
لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ
نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ
إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ
عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ
اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا
وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ إِنِّا
نَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ
كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، اللَّهُمَّ إِنِّا نَسْأَلُكَ
الْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ لَا تَدَعْ لَنَا
ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا دَيْنًا
إِلَّا قَضَيْتَهُ، وَلَا مَرِيضًا إِلَّا شَفَيْتَهُ، وَلَا مَيِّتًا إِلَّا
رَحِمْتَهُ، وَلَا حَاجَةً إِلَّا قَضَيْتَهَا وَيَسَّرْتَهَا يَا أَكْرَمَ
الْأَكْرَمِينَ، فَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا
وَرَخَاءَهَا، وَزِدْهَا نِعَمًا، وَعِلْمًا وَحَضَارَةً، وَتَسَامُحًا
وَسَعَادَةً، وَجَمَالًا وَنَظَافَةً، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ
عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ
التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ
وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ
قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ
إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ
أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ
وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا
مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ
بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6862