Khotbah
Jumat, 11 Sya’ban 1439 H/27 April 2018 M
Sujud
Khotbah
Pertama:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَدُودِ الْمَعْبُودِ،
الَّذِي خَضَعَتْ لَهُ الْوُجُوهُ بِالسُّجُودِ، وَتَفَضَّلَ
عَلَىعِبَادِهِالسَّاجِدِينَ بِالْقُرْبِ وَالْجُودِ، وَأَشْهَدُأَنْ لَا إِلَهَ
إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا
مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ،أَكْمَلُ حَامِدٍ وَعَابِدٍ، وَخَيْرُ
رَاكِعٍ وَسَاجِدٍ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا
وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ
وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( يَا أَيُّهَا
النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)([1]).
Kaum
muslimin : Allah berfirman:
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
“Maka
bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (An Najm 53 : 62).
Sujud
merupakan ibadah yang paling agung kepada Allah, karena Dia-lah semata yang
berhak disembah, karena Dia adalah Maha Pencipta, Allah SWT menjelaskan dalam
kisah burung Hudhud pada zaman Nabi Sulaiman AS:
أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ
الْخَبْءَ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا
تُعْلِنُونَ* اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
“Agar
mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan
di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu
nyatakan. Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan yang
mempunyai Arsy yang besar” (An Naml 27 : 25-26).
Lalu
apa yang dimaksud dengan sujud itu? Sujud adalah ketundukan, kekhusukan dan
ketaatan kepada Allah (Al Kulliyat 1/513), ketika orang yang shalat meletakkan
anggota tubuhnya yang paling mulia diatas lantai, wajahnya ditundukkan, hati
dan seluruh anggota badannya tunduk hanya pada Allah, Rasulullah SAW bersabda :
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ:
عَلَى الْجَبْهَةِ». وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ
وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ
“Aku
diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota tubuh yang agung : yaitu di atas
wajah”. Beliau mengisyaratkan dengan tanggannya kepada hidung, kedua tangan,
kedua lutut dan kedua ujung kakinya” (Muttafaq ‘Alaih). Hanya kepada Allah
semua makhluk sujud, tunduk dan berserah diri” (At Thabari 17/2019). Allah
berfirman:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي
السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ
وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ
عَلَيْهِ العَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُّكْرِمٍ إِنَّ
اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ
“Apakah
kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di
bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang
melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang
telah ditetapkan azab atasnya. dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka
tidak seorang pun yang memuliakannya. sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia
kehendaki” (Al Hajj 22 : 18).
Para malaikat sujud atas perintah dan sebagai
bentuk ketundukan pada keagungan-Nya. Allah berfirman:
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا
فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
“Dan
kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua
makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat)
tidak menyombongkan diri” (An Nahl 16 : 49). Dan Allah memuji Nabi SAW dan para
sahabatnya, Allah berfirman:
تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا
مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ
“Kamu
lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya,
tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (Al Fath 48 :
29). Mereka para hamba-hamba Allah memiliki sifat seperti tersebut dalam ayat
ini:
يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
“Dan
orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka”
(Al Furqan 25 : 64).Maksudnya dalam shalat mereka.
Hamba
Allah, dimanakah kedudukan sujud itu? Sujud memiliki kedudukan dan derajat mulia,
karena didalamnya terkandung pengagungan dan pelaksanaan perintah Allah, Allah
berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا
وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan
perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (Al Hajj 22 : 77).
Allah
memuji hamba-hamba-Nya yang beriman dalam firman-Nya:
إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ
خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا
“Apabila
dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka
menyungkur dengan bersujud dan menangis” (Maryam 19 : 58)
Sebagai pengagungan
atas ayat-ayat-Nya (Al Qurtubi 14/90). Allah menjadikan semua itu sebagai dalil
keimanan, Allah berfirman:
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا
ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا
يَسْتَكْبِرُونَ
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila
diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih
serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri” (As Sajadah 32 :
15).
Sujud merupakan rukun shalat yang paling banyak bilangannya dan paling
agung, dan ketika Nabi SAW ditanya mengenai amalan yang paling dicintai oleh
Allah, Rasulullah SAW menjawab:
عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ
“Hendaknya
kau memperbanyak sujud karena Allah” (Muslim 488).
Abdullah bin Mas’ud RA
berkata:
إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ الرُّكُوعُ
وَالسُّجُودُ
“Sesungguhnya
shalat yang paling utama adalah ruku’ dan sujud” (822).
Dengan sujud dosa-dosa
dapat diampuni, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا
رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً
“Sesungguhnya
engkau tidak sujud satu sujud kepada Allah, melainkan Allah akan mengangkatmu
satu derajat dan menghapus darimu satu kesalahan” (Muslim 488).
Sujud
merupakan qurbah seorang mukmin kepada Allah yang paling agung, Allah berfirman:
وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
“Sujudlah
dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)” (Al ‘Alaq 96 : 19).
Nabi SAW menjelaskan
dalam sabdanya:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ
وَهُوَ سَاجِدٌ
“Yang
terdekat seorang hamba dari Tuhannya adalah ketika ia sujud” (Muslim 482).
Tempat diterimanya doa, karena Allah SWT mengetahui apa yang ada dalam hati
orang-orang yang sujud dan Dia menyimak permohonan mereka. Allah berfirman:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ* الَّذِي
يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ* وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ
“Dan
bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang
melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat). Dan (melihat pula) perubahan
gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud” (As Syu’ara’ 26 : 217-219).
Nabi
SAW bersabda:
وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي
الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ -أَيْ: حَقِيقٌ وَجَدِيرٌ- أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ
“Sedangkan
saat sujud, hendaknya kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa, karena saat itu
doa kalian dijamin terkabul” (Muslim479). Allah menjelaskan sifat-sifat
hamba-Nya yang beriman dalam firman-Nya:
تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا
مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا
“Kamu
lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya” (Al Fath
48 : 29). Mereka mengharap karunia Allah dari sujud yang mereka lakukan,
sehingga Allah merahmati dan mengabulkan doa mereka dan ridha terhadap mereka.
Wahai
orang yang rajin sujud beribadah kepada Allah, memperpanjang sujud merupakan
salah satu petunjuk Nabi SAW –bila ia sedang shalat sendirian-, Aisyah RA
berkata:
كَانَ r يُصَلِّي، يَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ
قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِينَ آيَةً
“Nabi
SAW menunaikan shalat, satu sujud sepanjang bacaan 50 ayat dari bacaan kalian"
(Bukhari 994). Dan beliau bertasbih kepada Tuhannya sebagai bentuk pengagungan
dan memohon ampunan kepadanya dengan membaca:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
“Maha
Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi” (Muslim 772)
Ya
Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang rajin sujud, berilah
kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu
‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar
ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ
وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khotbah
Kedua:
اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ
وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ
الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، اللَّهُمَّ
لَكَ سَجَدْنَا، وَبِكَ آمَنَّا، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا،
نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىسَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para
jamaah shalat, diantara petunjuk Nabi SAW adalah bersujud pada beberapa ayat
tertentu, Ibnu Umar RA berkata:
كَانَ النَّبِيُّ r يَقْرَأُ
عَلَيْنَا السُّورَةَ، فِيهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ
“Rasulullah
SAW membacakan satu surah yang terdapat ayat "sajdah", kemudian beliau sujud dan
kami pun ikut sujud” (Muttafaq ‘Alaih). Rasulullah SAW selalu membaca doa ini
ketika sujud tilawah:
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ
سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
“Wajahku
sujud pada Penciptanya, yang membentuk pendengaran dan penglihatannya dengan
Daya dan Kekuatan-Nya” (Abu Daud 1414 dan At Tirmidzi 580).
Bila
seorang muslim membaca ayat sajdah, kemudian ia sujud karena Allah, maka syetan
menjauh sambil menangis dan berkata:
أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ
الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ
“Adam
diperintah untuk bersujud, ia lakukan dan baginya surga, sedangkan aku
diperintah sujud, kemudian aku mengabaikannya dan bagiku neraka” (Muslim 81).
Betapa meruginya Iblis LT ketika ia meninggalkan sujud, karena sujud merupakan
salah satu penyebab terbesar manusia dimasukkan ke surga, dengannya ia diangkat
derajatnya dan akan menjadi teman Nabi SAW dan dengannya ia akan mendapatkan
bidadari, dari Rabi’ah bin Ka’b Al Aslami RA bahwa ia bertanya:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي
الْجَنَّةِ. قَالَ:« أَوَغَيْرَ ذَلِكَ؟». قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ:« فَأَعِنِّي
عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
“Wahai
Rasulullah, aku mohon untuk menjadi temanmu di surga? Beliau menjawab: 'ada
lagi yang lain?' Aku menjawab: itu saja. Beliau bersabda: 'bantulah aku untuk
menolongmu dengan memperbanyak sujud'” (Muslim 489).
Beliau mewasiatkan
kepadanya dengan apa yang diperintahkan oleh Allah, seperti disebutkan dalam
firman-Nya:
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا
يَقُولُونَ* فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
“Dan
Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa
yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu
di antara orang-orang yang bersujud (shalat)” (Al Hijr 15 : 97-98).
Dengan
sujud Allah akan melapangkan dada hamba-hamba-Nya yang beriman, menjadikan hati
mereka tenang, jiwa mereka menjadi tenteram dan kedudukan mereka akan diangkat.
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ
أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]).
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ
صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]). اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ:
أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ
الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ
الْأَوْفِيَاءَ، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ
الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ
خَيْرَ الجَزَاءِ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ
الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ،
اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ
إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ،
وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ
فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ،
الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ
وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ
لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ
وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ
الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ
انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ
عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ
اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا
وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ
اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا
الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ يَا بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ،
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ, اسْقِنَا الْغَيْثَ
وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ
أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا،
اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ
بَرَكَاتِالْأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ،
وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6838
No comments:
Post a Comment