Thursday, April 26, 2018

Khotbah Jum'at: SUJUD

Khotbah Jumat, 11 Sya’ban 1439 H/27 April 2018 M
Sujud

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَدُودِ الْمَعْبُودِ، الَّذِي خَضَعَتْ لَهُ الْوُجُوهُ بِالسُّجُودِ، وَتَفَضَّلَ عَلَىعِبَادِهِالسَّاجِدِينَ بِالْقُرْبِ وَالْجُودِ، وَأَشْهَدُأَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ،أَكْمَلُ حَامِدٍ وَعَابِدٍ، وَخَيْرُ رَاكِعٍ وَسَاجِدٍ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)([1]).

Kaum muslimin : Allah berfirman:

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (An Najm 53 : 62). 

Sujud merupakan ibadah yang paling agung kepada Allah, karena Dia-lah semata yang berhak disembah, karena Dia adalah Maha Pencipta, Allah SWT menjelaskan dalam kisah burung Hudhud pada zaman Nabi Sulaiman AS:

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ* اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Agar mereka tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy yang besar” (An Naml 27 : 25-26).

Lalu apa yang dimaksud dengan sujud itu? Sujud adalah ketundukan, kekhusukan dan ketaatan kepada Allah (Al Kulliyat 1/513), ketika orang yang shalat meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia diatas lantai, wajahnya ditundukkan, hati dan seluruh anggota badannya tunduk hanya pada Allah,  Rasulullah SAW bersabda :

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ». وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ

Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota tubuh yang agung : yaitu di atas wajah”. Beliau mengisyaratkan dengan tanggannya kepada hidung, kedua tangan, kedua lutut dan kedua ujung kakinya” (Muttafaq ‘Alaih). Hanya kepada Allah semua makhluk sujud, tunduk dan berserah diri” (At Thabari 17/2019).  Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ العَذَابُ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُّكْرِمٍ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki” (Al Hajj 22 : 18).

Para malaikat sujud atas perintah dan sebagai bentuk ketundukan pada keagungan-Nya. Allah berfirman:

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri” (An Nahl 16 : 49). Dan Allah memuji Nabi SAW dan para sahabatnya, Allah berfirman:

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (Al Fath 48 : 29). Mereka para hamba-hamba Allah memiliki sifat seperti tersebut dalam ayat ini:

يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (Al Furqan 25 : 64).Maksudnya dalam shalat mereka.

Hamba Allah, dimanakah kedudukan sujud itu? Sujud memiliki kedudukan dan derajat mulia, karena didalamnya terkandung pengagungan dan pelaksanaan perintah Allah, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan” (Al Hajj 22 : 77). 

Allah memuji hamba-hamba-Nya yang beriman dalam firman-Nya:

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (Maryam 19 : 58) 

Sebagai pengagungan atas ayat-ayat-Nya (Al Qurtubi 14/90). Allah menjadikan semua itu sebagai dalil keimanan, Allah berfirman:

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri” (As Sajadah 32 : 15). 

Sujud merupakan rukun shalat yang paling banyak bilangannya dan paling agung, dan ketika Nabi SAW ditanya mengenai amalan yang paling dicintai oleh Allah, Rasulullah SAW menjawab:

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ

Hendaknya kau memperbanyak sujud karena Allah” (Muslim 488).

Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ الرُّكُوعُ وَالسُّجُودُ

Sesungguhnya shalat yang paling utama adalah ruku’ dan sujud” (822). 

Dengan sujud dosa-dosa dapat diampuni, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

Sesungguhnya engkau tidak sujud satu sujud kepada Allah, melainkan Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapus darimu satu kesalahan” (Muslim 488).

Sujud merupakan qurbah seorang mukmin kepada Allah yang paling agung, Allah berfirman:

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)” (Al ‘Alaq 96 : 19). 

Nabi SAW menjelaskan dalam sabdanya:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ

“Yang terdekat seorang hamba dari Tuhannya adalah ketika ia sujud” (Muslim 482). 

Tempat diterimanya doa, karena Allah SWT mengetahui apa yang ada dalam hati orang-orang yang sujud dan Dia menyimak permohonan mereka. Allah berfirman:

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ* الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ* وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat). Dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud” (As Syu’ara’ 26 : 217-219). 

Nabi SAW bersabda:

وَأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ -أَيْ: حَقِيقٌ وَجَدِيرٌ- أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

Sedangkan saat sujud, hendaknya kalian bersungguh-sungguh dalam berdoa, karena saat itu doa kalian dijamin terkabul” (Muslim479). Allah menjelaskan sifat-sifat hamba-Nya yang beriman dalam firman-Nya:

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya” (Al Fath 48 : 29). Mereka mengharap karunia Allah dari sujud yang mereka lakukan, sehingga Allah merahmati dan mengabulkan doa mereka dan ridha terhadap mereka.

Wahai orang yang rajin sujud beribadah kepada Allah, memperpanjang sujud merupakan salah satu petunjuk Nabi SAW –bila ia sedang shalat sendirian-, Aisyah RA berkata:

كَانَ r يُصَلِّي، يَسْجُدُ السَّجْدَةَ مِنْ ذَلِكَ قَدْرَ مَا يَقْرَأُ أَحَدُكُمْ خَمْسِينَ آيَةً

Nabi SAW menunaikan shalat, satu sujud sepanjang bacaan 50 ayat dari bacaan kalian" (Bukhari 994). Dan beliau bertasbih kepada Tuhannya sebagai bentuk pengagungan dan memohon ampunan kepadanya dengan membaca:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi” (Muslim 772)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang rajin sujud, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْنَا، وَبِكَ آمَنَّا، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا، وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا، نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، وَأَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىسَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat, diantara petunjuk Nabi SAW adalah bersujud pada beberapa ayat tertentu, Ibnu Umar RA berkata:

كَانَ النَّبِيُّ r يَقْرَأُ عَلَيْنَا السُّورَةَ، فِيهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ

Rasulullah SAW membacakan satu surah yang terdapat ayat "sajdah", kemudian beliau sujud dan kami pun ikut sujud” (Muttafaq ‘Alaih). Rasulullah SAW selalu membaca doa ini ketika sujud tilawah:

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Wajahku sujud pada Penciptanya, yang membentuk pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan Kekuatan-Nya” (Abu Daud 1414 dan At Tirmidzi 580).

Bila seorang muslim membaca ayat sajdah, kemudian ia sujud karena Allah, maka syetan menjauh sambil menangis dan berkata:

أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ

“Adam diperintah untuk bersujud, ia lakukan dan baginya surga, sedangkan aku diperintah sujud, kemudian aku mengabaikannya dan bagiku neraka” (Muslim 81). 

Betapa meruginya Iblis LT ketika ia meninggalkan sujud, karena sujud merupakan salah satu penyebab terbesar manusia dimasukkan ke surga, dengannya ia diangkat derajatnya dan akan menjadi teman Nabi SAW dan dengannya ia akan mendapatkan bidadari, dari Rabi’ah bin Ka’b Al Aslami RA bahwa ia bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ. قَالَ:« أَوَغَيْرَ ذَلِكَ؟». قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ. قَالَ:« فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ

Wahai Rasulullah, aku mohon untuk menjadi temanmu di surga? Beliau menjawab: 'ada lagi yang lain?' Aku menjawab: itu saja. Beliau bersabda: 'bantulah aku untuk menolongmu dengan memperbanyak sujud'” (Muslim 489). 

Beliau mewasiatkan kepadanya dengan apa yang diperintahkan oleh Allah, seperti disebutkan dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ* فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (shalat)” (Al Hijr 15 : 97-98). 

Dengan sujud Allah akan melapangkan dada hamba-hamba-Nya yang beriman, menjadikan hati mereka tenang, jiwa mereka menjadi tenteram dan kedudukan mereka akan diangkat.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]).
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الْأَوْفِيَاءَ، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ خَيْرَ الجَزَاءِ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ يَا بَدِيعَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ, اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِالْأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?id=6838

Friday, April 20, 2018

Khotbah Jum'at: BAGAIMANA MENGISI MALAM HARI


Khotbah Jumat, 19 Rajab 1439 H/06 April 2018 M
Bagaimana Mengisi Malam Hari

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الذي جعل الليل نورا للعابدين، ومقصدا للذاكرين، وموئلا للمستغفرين، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبد الله ورسوله، كان يحيي ليله بعبادة ربه، وشكر نعمه، صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين، وعلى من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ ، قال سبحانه وتعالى:( إن في اختلاف الليل والنهار وما خلق الله في السموات والأرض لآيات لقوم يتقون

Kaum muslimin : Nabi Saw selalu menggunakan waktu di malam harinya dengan menjalankan ketaatan, qurbah, dzikir dan doa, dengan tidak melupakan waktu untuk istirahat dan waktu untuk keluarganya, hal ini sejalan dengan firman Allah :

وهو الذي جعل الليل والنهار خلفة لمن أراد أن يذكر أو أراد شكورا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” (Al Furqan 25 : 62). 

Beliau adalah teladan kita, Allah berfirman:

لقد كان لكم في رسول الله أسوة حسنة

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (Al Ahzab 21).

Bagaimana Nabi Saw menggunakan waktu di malam hari?

Diawali dengan shalat Maghrib dan Isya’ di masjid (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian ia pulang ke rumahnya lalu menunaikan shalat dua rakaat (Bukhari 1180).

Kemudian Beliau duduk bercengkrama dengan keluarganya, berdialog dan menyimak ucapan mereka, Ibnu Abbas RA berkata : pernah aku menginap di rumah bibiku Maimunah, aku melihat Rasulullah Saw berdialog dengan keluarganya satu jam (Muttafaq ‘Alaih). Beliau mengisi malam hari bersama keluarganya dengan membawa ketentraman, cinta dan kasih sayang.

Hamba Allah: diantara contoh teladannya, bahwa beliau menganjurkan untuk berwudlu sebelum tidur, Beliau bersabda:

إذا أتيت مضجعك فتوضأ وضوءك للصلاة

Bila engkau hendak tidur, maka berwudlu-lah sebagaimana wudlu ketika hendak shalat” (Muttafaq ‘Alaih).

Selesai berwudlu, beliau membaca doa sebelum tidur:

باسمك رب وضعت جنبي، وبك أرفعه، إن أمسكت نفسي فاغفر لها، وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين

Dengan nama Engkau, wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku, dan dengan nama-Mu pula aku bangun. Apabila Engkau menahan ruhku, maka berilah rahmat padanya, tapi bila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shaleh” (Muttafaq ‘Alaih). Sebagaimana Beliau memuji Allah atas nikmat hunian dan tempat tinggal, disebutkan dalam sabdanya:

الحمد لله الذي أطعمنا وسقانا، وكفانا وآوانا، فكم ممن لا كافي له ولا مؤوي

Segala puji bagi Allah yang memberi makan kami, memberi minum kami, mencukupi kami, dan memberi tempat berteduh. Berapa banyak orang yang tidak mendapatkan siapa yang memberi kecukupan dan tempat berteduh” (Muslim 2715).

Contoh lain ajaran Nabi Saw, bahwa Beliau bila hendak tidur setiap malam, ia merapatkan dua telapak tangannya, kemudian meniup keduanya dan membaca : “Surah Al Ikhlas, surah Al Falaq dan surah An Nas, kemudian mengusap dengan kedua telapak tangannya seluruh tubuhnya yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah dan tubuhnya bagian depan, beliau melakukan itu tiga kali” Muslim 2715). Kemudian Beliau merebahkan pada bagian kanan, dan Beliau selalu tidur di awal malam (Bukhari 5017). Allah menjadikan malam sebagai tempat beristirahat, Allah berfirman:

وجعلنا نومكم سباتا* وجعلنا الليل لباسا

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian” (An Naba’ 78 : 9-10). Maksudnya Kami jadikan tidur kalian sebagai istirahat bagi badan kalian dan malam sebagai tirai kalian. Dan ketika Beliau terbangun dari tidurnya, beliau berdzikir dan berdoa kepada Tuhannya, Beliau bersabda:

Barang siapa terbangun dari tidurnya di malam hari, kemudian ia membaca: لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير الحمد لله وسبحان الله ولا إله إلا الله والله أكبر ولا حول ولا قوة إلا بالله 
Kemudian berdoa: Ya Allah, ampunilah aku atau ia memanjatkan doa, maka doanya dikabulkan, atau ia berwudlu dan melakukan shalat, maka shalatnya diterima”(Bukhari 1154 dan Abu Daud 5060). Karena:

إن في الليل ساعة لا يوافقها رجل مسلم يسأل الله خيرا من أمر الدنيا والآخرة إلا أعطاه إياه، وذلك كل ليلة
Sesungguhnya di malam hari terdapat satu waktu dimana tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah untuk kebaikan dunia akhirat, melainkan Allah memberikan kepadanya dan hal itu setiap malam” (Muslim 757).Rasulullah Saw bersabda:

رجل من أمتي يقوم من الليل يعالج نفسه إلى الطهور، وعليه عقد، فإذا وضأ يديه انحلت عقدة، وإذا وضأ وجهه انحلت عقدة، وإذا مسح رأسه انحلت عقدة، وإذا وضأ رجليه انحلت عقدة، فيقول الله جل وعلا للذي وراء الحجاب: انظروا إلى عبدي هذا يعالج نفسه ليسألني، ما سألني عبدي هذا فهو له، ما سألني عبدي هذا فهو له

Seorang dari ummatku bangun shalat malam, ia melawan malasnya untuk berwudlu, padanya terdapat beberapa ikatan, bila ia membasuh kedua tangannya, terlepas satu ikatan, bila ia membasuh wajahnya, terlepas satu ikatan, bila ia mengusap rambutnya, terlepas satu ikatan, bila ia membasuh dua kakinya. Allah Azza wa Jalla wa ‘Ala berfirman kepada orang yang berada di balik hijab : lihatlah hamba-Ku ini, ia melawan malasnya untuk memohon kepada-Ku, apa yang diminta oleh hamba-Ku ini, maka baginya sesuai permintaannya, apa yang diminta oleh hamba-Ku ini, maka baginya sesuai permintaannya” (Shahih Ibnu Hibban 2/330 dan Ahmad 17921).

Wahai orang yang berteladan pada petunjuk Nabi Saw : Rasulullah Saw bangun di pertengahan malam, berwudlu dengan sempurna, kemudian menunaikan shalat sesuai perintah Allah:

ومن الليل فتهجد به نافلة لك عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا

Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (Al Isra’ 17 : 79).

Rasulullah SAW bertahajjud di malam hari, memanjangkan bacaannya dalam shalat, menghayati makna ayat Quran, bila berjumpa dengan ayat yang terdapat tasbih, Beliau bertasbih, bila berjumpa dengan ayat permohonan, Beliau memohon dan bila berjumpa dengan ayat perlindungan, Beliau memohon perlindungan. Beliau menunaikan shalat itu sebagai bentuk syukur atas semua nikmat Allah atasnya:

أفلا أكون عبدا شكورا

Tidak pantaskah aku menjadi hamba yang bersyukur” (Bukhari 1130). Ini merupakan pelajaran dari Nabi Saw tentang keutamaan shalat tahajjud serta kedudukan orang-orang yang rajin shalat malam, Allah berfirman:

أمن هو قانت آناء الليل ساجدا وقائما يحذر الآخرة ويرجو رحمة ربه قل هل يستوي الذين يعلمون والذين لا يعلمون إنما يتذكر أولو الألباب

"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yagn ebribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (Az Zumar 39 : 9). Rasulullah Saw bersabda:

صلاة الليل أفضل الصلاة، بعد الفريضة

Shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat fardh”. Dan pada sepertiga malam:

ينزل الله تبارك وتعالى إلى السماء الدنيا، فيقول: هل من سائل يعطى؟ هل من داع يستجاب له؟ هل من مستغفر يغفر له؟

Allah SWT turun ke langit bumi, lalu berfirman : adakah orang yang memohon ? Maka ia akan dikabulkan. Adakah orang yang berdoa ? maka ia akan dikabulkan. Adakah orang yang meminta ampun ? maka ia akan diampuni

Dan diantara taufiq Allah yang diberikan kepada manusia adalah hendaknya ia membangunkan keluarganya bila ia sedang bangun malam, karena Nabi Saw juga menganjurkan hal itu, disebutkan dalam sabdanya:

من استيقظ من الليل وأيقظ أهله فقاما فصليا ركعتين كتبا من الذاكرين الله كثيرا والذاكرات

Barang siapa yang bangun malam dan membangunkan keluarganya, kemudian keduanya melakukan dua rakaat shalat, maka keduanya dicatat golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allah dengan banyak” ”(Abu Daud 1309 dan Ibnu Majah 1335).

Rasulullah Saw menutup malamnya dengan menunaikan shalat witr, dijelaskan dalam sabdanya:

اجعلوا آخر صلاتكم بالليل وترا

Jadikan akhir shalat malam kalian adalah shalat witr”(Muttafaq ‘Alaih).

Ya Allah jadikanlah malam-malam kami penuh dengan shalat dan pembacaan kitab-Mu dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khotbah Kedua:

اللهم لك الحمد أنت قيم السموات والأرض ومن فيهن، ولك الحمد لك ملك السموات والأرض ومن فيهن، ولك الحمد أنت نور السموات والأرض ومن فيهن، ولك الحمد أنت ملك السموات والأرض، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبد الله ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا ونبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين، وعلى التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: Bilal RA datang pada satu malam memberitahukan Nabi SAW tentang shalat subuh, didapati Nabi SAW sedang menangis, lalu ia bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang membuatmu menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa yang telah lalu dan yang akan datang ? Beliau menjawab : telah turun kepadaku malam ini sebuah ayat, celakalah bagi orang yang membacanya dan tidak merenungkannya:

إن في خلق السموات والأرض واختلاف الليل والنهار لآيات لأولي الألباب

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali Imran 3 : 190).

Nabi SAW menggunakan keheningan malam untuk menunaikan shalat, membaca Al Quran dan menghayati artinya serta memikirkan ciptaan Allah. Bila fajar menjelang dan adzan dikumandangkan, beliau berangkat ke masjid dan memulai harinya dengan doa ini:

اللهم اجعل في قلبي نورا, وفي بصري نورا, وفي سمعي نورا, وعن يميني نورا, وعن يساري نورا, وفوقي نورا, وتحتي نورا, وأمامي نورا, وخلفي نورا, واجعل لي نورا

Ya Allah, jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di penglihatanku, cahaya bagi pendengaranku, cahaya dari kananku, cahaya dari kiriku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di hadapanku, cahaya di belakangku dan berikanlah aku cahaya” (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian beliau menunaikan shalat subuh berjamaah (Fathul Bari 2/485).

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([1]). «فَاللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ»([2]). وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الْأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِأُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى.
اللَّهُمَّ أَغْنِنَا بِالْعِلْمِ، وَزَيِّنَّا بِالْحِلْمِ، وَأَكْرِمْنَا بِالتَّقْوَى، وَجَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخْ زَايِد، وَالشَّيْخْ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

Khotbah Jum'at: MAJLIS NABI SAW


Khotbah Jumat, 04 Sya’ban 1439 H/20 April 2018 M
Majlis Nabi SAW

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي حَفَّ مَجَالِسَ الْخَيْرِ بِالْبَرَكَاتِ، وَجَعَلَهَا سَبَبًا لِنَيْلِ الْأَجْرِ وَالْحَسَنَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، أَحْسَنُ النَّاسِ حَدِيثًا، وَأَوْقَرُهُمْ مَجْلِسًا، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:(وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ)([1]).

Kaum muslimin : Allah menyebutkan majlis-majlis dalam kitab-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu” (Al Mujadilah 58 : 11). 

Dan majlis yang dimaksud dalam ayat di atas adalah majlis Rasulullah SAW (Tafsir At Thabari 23/244). Pertemuan orang-orang dewasa dalam satu majlis merupakan kebiasaan asli orang arab dan etika mulia yang tertanam kuat, dikenal sejak dulu oleh penduduk Arab di Darun Nadwah atau An Nadi, dan inilah yang dimaksud dalam firman Allah :

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya)” (Al ‘Alaq 96 : 17). 

Maksudnya majlis tempat para sahabat berkumpul (Lubabut Ta’wil fii Ma’anit Tanzil karangan Al Khazin 4/449). Seorang penyair menjelaskan memuji sebagian penduduk Arab: Bila kau mendatangi mereka, kau dapati kelembutan di sekitar rumah mereka.

Majlis-majlis yang dapat menyembuhkan kejahilan dengan kesabaran yang terdapat di dalamnya.
Sebagai penerusan atas kebiasaan terpuji ini, maka Rasulullah Saw memiliki majlis tempat berdiskusi, mengajarkan masalah agama kepada para sahabatnya RA

Lalu bagaimana majlisnya Rasulullah SAW?

Majlis Nabi Saw adalah majlis akhlak dan ilmu, majlis kesabaran dan kehormatan yang mendapatkan perhatian besar., beliau mempersiapkan diri sebelum keluar menemui mereka, dengan penampilan yang bagus, dari Asma’ Binti Abu Bakar As Shiddiq RA: 

"Bahwasanya ia mengeluarkan jubah dan ia berkata: ini adalah jubah Rasulullah yang dikenakan untuk menyambut para utusan” (Al Adabul Mufrid 1/128). 

Jubah adalah pakaian yang memiliki lengan lebar yang biasa digunakan di atas baju. Rasulullah SAW menerima tamu-tamunya di majlisnya, menghormati dan mempersilahkan mereka, dan ketika datang kepadanya utusan Abdul Qais, beliau berkata pada mereka: "selamat datang para utusan” (Muttafaq ‘Alaih). Mereka mengisahkan cara penyambutan yang dilakukan  oleh Nabi SAW terhadap para tamunya dan mereka sangat senang dengan penyambutan ini, mereka berkata: "kami mengunjungi Rasulullah SAW, dan mereka sangat bahagia dengan kedatangan kami, ketika kami sampai di tengah-tengah kaum, mereka memberikan keluasan tempat pada kami, kemudian kami duduk dan Nabi SAW mengajak kami dan memandang kepada kami” (Ahmad 15559). 

Tidak seorang pun di majlis Nabi SAW yang memberikan penghormatan kepadanya, melainkan beliau membalas dengan penghormatan yang lebih baik atau semisalnya, hal ini sesuai dengan firman Allah:

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik atau balaslah (dengan yang serupa)” (An Nisa’ 4 : 86).

Setelah Rasulullah Saw menyambut dan mempersilahkan tamu-tamunya, maka duduklah diantara mereka dengan penuh hormat, Rasulullah SAW merupakan manusia yang sangat menghargai dan memiliki akhlak mulia, disebutkan dalam Al Quran:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Al Qalam 68 : 4).Dari Jabir bin Samurah RA berkata:

جَالَسْتُ رَسُولَ اللَّهِ r أَكْثَرَ مِنْ ماِئَةِ مَرَّةٍ، كَانَ طَوِيلَ الصَّمْتِ، يَسْتَمِعُ إِلَى جُلَسَائِهِ. وَلَمْ يَخْلُ مَجْلِسُ رَسُولِ اللَّهِ r مِنَ التَّبَسُّمِ وَالْمُؤَانَسَةِ، فكَانَ أَصْحَابُهُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ يَتَنَاشَدُونَ عِنْدَهُ الشِّعْرَ أَحْيَانًا، وَيَذْكُرُونَ الشَّيْءَ مِنْ أُمُورِهِمْ، وَيَتَبَسَّمُ مَعَهُمْ r

“Aku menemani Rasulullah Saw lebih dari seratus kali, Beliau banyak diam, Beliau menyimak ucapan tamunya, dan majlis Rasulullah SAW tidak sepi dari senyum dan kedekatan, terkadang para sahabatnya RA menyandungkan syair, mereka menyebutkan perkara mereka dan Rasulullah SAW tersenyum bersama mereka”(At Tirmidzi 2850 dan Shahih Ibnu Hibban 13/97).

Majlis Nabi SAW dihadiri oleh orang dewasa dan anak-anak, agar terwujud transfer pengalaman, menumbuhkan nilai keagamaan dan akhlak mulia pada generasi berikutnya, Beliau menghargai orang tua dan orang yang memiliki kedudukan, bahkan lebih dari itu, ketika ada seorang kepala kaum datang pada Rasulullah Saw, Beliau menganjurkan para sahabatnya untuk memberikan kelapangan dan Beliau mempersilahkan dan mendekatkan diri kepadanya. Sebagaimana Rasulullah SAW mendekatkan diri pada anak-anak, dari Sahl bin Saad As Sa’idi RA : bahwa Rasulullah SAW duduk dengan para sahabatnya dan disebelah kanannya ada anak kecil. Ini merupakan pendidikan bagi anak-anak kecil bagaimana berprilaku di majlis orang-orang dewasa.

Para wanita memiliki kesempatan menghadiri majlis Rasulullah SAW, dari Abi Said Al Khudri RA berkata:

جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ r فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ الرِّجَالُ بِحَدِيثِكَ، فَاجْعَلْ لَنَا مِنْ نَفْسِكَ يَوْمًا نَأْتِيكَ فِيهِ، تُعَلِّمُنَا مِمَّا عَلَّمَكَ اللَّهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِr:« اجْتَمِعْنَ يَوْمَ كَذَا وَكَذَا». فَاجْتَمَعْنَ، فَأَتَاهُنَّ رَسُولُ اللَّهِ r فَعَلَّمَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَهُ اللَّهُ

Seorang wanita mendatangi Rasulullah Saw dan berkata : Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah mendapatkan hadits darimu, maka berilah kami waktu satu hari agar kami mendatangi dan mempelajari apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Rasulullah SAW menjawab : berkumpullah kalian pada hari ini dan itu. Maka mereka pun datang berkumpul, dan Rasulullah datang mengajarkan mereka ilmu yang telah diajarkan kepadanya" (Muttafaq ‘Alaih).

Rasulullah SAW merupakan tuan rumah yang ramah di majlisnya, yang menjamu dan menghormati para tamunya, dari Abdullah bin Umar RA berkata:

بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ النَّبِيِّ r جُلُوسٌ إِذْ أُتِيَ بِجُمَّارِ نَخْلَةٍ

“Ketika kami duduk dihadapan Nabi Saw, tiba-tiba diberikan jantung kurma” (Muttafaq ‘Alaih).dan ia termasuk makanan terbaik dan terlezat yang dihidangkan oleh Rasulullah Saw kepada para tamunya.

Wahai orang yang berteladan pada Rasulullah Saw : Majlis Nabi Saw adalah majlis ilmu dan pengetahuan, darinya para sahabat belajar Al Quran dan sunnah Nabi, Allah berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat Allah dan membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah” (Ali Imran 3 : 164). Rasulullah SAW membacakan pada meraka ayat Al Quran yang diturunkan kepadanya, dari Abi Qaqid Al Laitsi RA berkata:

كُنَّا نَجْلِسُ مَعَ النَّبِيِّ r فَإِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ قَرَأَهُ عَلَيْنَا

Kami duduk bersama Rasulullah SAW, maka bila diturunkan Al Quran kepadanya, Beliau membacakannya pada kami” (Ahmad 22546 dan Abi Syaibah sebagaimana terdapat dalam Ithaful Maharah 16/327).Dalam majlis itu Beliau menjawab pertanyaan dan memberikan penjelasan, dari Jabir bin Sulaim RA berkata:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ r فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ مَعَ أَصْحَابِهِ فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَجْفُو عَنْ أَشْيَاءَ، أَيْ: أَجْهَلُهَا فَعَلِّمْنِي فَعَلَّمَهُ r
Aku mendatangi Nabi SAW saat beliau duduk dengan para sahabatnya, kemudian aku bertanya : wahai Rasulullah, aku banyak tidak tahu tentang beberapa masalah, maka ajarilah aku, lalu Beliau mengajarkannya” (Ahmad 21174).

Ya Allah, berilah kami taufiq untuk berteladan pada Nabi kita Muhammad Saw dalam rumah, majlis dan dalam semua urusan kita, berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّسَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَالْحِرْصِ عَلَى مَجَالِسِ الْخَيْرِ.

Para jamaah shalat : Majlis Nabi Saw bagian dari taman surga, majlis yang dipenuhi dzikir pada Allah, rahmat dan ketenangan serta malaikat meliputi majlis tersebut, dari Anas bin Malik RA : bahwa Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا». قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ :« حِلَقُ الذِّكْرِ

Bila kalian melewati taman-taman dzikir, maka singgahlah. Mereka bertanya: Apakah taman-taman surga itu ? Beliau menjawab : halaqah-halaqah dzikir” (At Tirmidzi 3510 dan Ahmad 12859). 

Rasulullah SAW menutup majlisnya dengan doa yang diajarkan Jibril kepadanya:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ». فَإِنَّهُ :«كَفَّارَةُ مَا يَكُونُ فِي الْمَجْلِسِ

Maha Suci Engkau Ya Alah, segala puji untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu” Maka sesungguhnya ia sebagai penambal kesalahan yang dilakukan di majlis” (Ahmad 19812).

Berteladan dengan petunjuk Nabi Saw serta adat istiadat maka Negara Persatuan Emirates Arab memberikan perhatian penuh pada majlis-majlis yang ada di perkampungan dan ini merupakan madrasah yang dapat melembagakan nilai-nilai dan prinsip dasar mulia, oleh karena itu kewajiban kita dalam menjaga dan menginvestasikannya serta menguatkan kedudukannya pada hati putra putri kita.

Kaum muslimin : kini kita berada di bulan yang penuh berkah, yaitu bulan Sya’ban, dan diantara anjuran Nabi SAW adalah agar memperbanyak puasa pada bulan ini, disebutkan bahwa Beliau ditanya mengenai hal itu, Beliau menjelaskan:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Itulah bulan yang dilalaikan oleh manusia yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan, ia adalah bulan diangkat amal kepada Tuhan semesta alam, dan aku senang amalku diangkat saat aku berpuasa” (An Nasa’i 2357).

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r :« مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً»([3]). أَيْ : حَسْرَةً وَنَدَامَةً.
فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ مَجَالِسَنَا بِالْعِلْمِ عَامِرَةً، وَبِالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ حَافِلَةً، وَبِالْخُلُقِ الْحَمِيدِ وَالْوَقَارِ وَافِرَةً.
اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ، اللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الْأَوْفِيَاءَ،وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ،وَاجْزِأُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنا مِنْهُ وَمَا لَمْ نعْلَمْ. اللَّهُمَّإِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ r . اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخْ زَايِدْ، وَالشَّيْخْ مَكْتُومْ، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.