KhOtbah Jum'at, 12 Ramadhan 1440 H/ 17 Mei 2019 M
Shalat
Malam
Khutbah Pertama:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَى الصَّائِمِينَ وَالْقَائِمِينَ بِرِضْوَانِهِ، وَمَنَّ
عَلَيْهِمْ بِعَفْوِهِ وَغُفْرَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ
وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا
بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى: (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ* آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ* كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا
يَهْجَعُونَ* وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)( ).
Kaum muslimin : Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ
قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا؛ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa shalat malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan
pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih). Maksudnya
barang siapa bangun malam menunaikan shalat di bulan Ramadhan, bermunajat pada
Tuhannya dan ia yakin akan keagungan serta keutamaan shalat malam tersebut
dengan mengharap pahala di sisi Yang Maha Pengasih dan Maha Mengetahui, maka
Allah akan mengampuni semua keburukan dan melipatgandakan semua kebaikannya
(Syarah Bukhari karangan Ibnu Bathal 1/95, syarah An Nawawi atas hadits Muslim
6/39) dan derajatnya akan diangkat. Rasullah Saw mensyariatkan shalat tarawih
bagi kita dan dijadikannya sebagai syiar bulan Ramadhan, dari Ummul Mukminin
Aisyah RA bahwa:
أَنَّ
النَّبِيَّ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ،
فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ، حَتَّى إِذَا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الثَّالِثَةُ أَوِ الرَّابِعَةُ،
لَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ: «قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، وَلَمْ
يَمْنَعْنِي مِنَ الخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ
“Nabi SAW shalat suatu malam di masjid, maka orang-orang ikut shalat
dibelakangnya, hingga malam ketiga atau keempat, Rasulullah SAW tidak keluar,
di pagi harinya beliau berkata : aku melihat apa yang kalian lakukan semalam,
tidak ada yang menghalangiku untuk keluar, kecuali aku khawatir shalat tersebut
diwajibkan pada kalian”. Yaitu pada bulan Ramadhan” (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian
Sayyidina Umar RA mengumpulkan manusia dalam shalat tarawih yang diimami oleh
yang paling mengerti tentang kitabullah dan yang paling pandai membaca, yaitu
Ubay bin Ka’ab RA (Bukhari 2010). Para sahabat RA selalu menjaga untuk
menyelesaikan shalat tarawih berjamaah, menyimak Al Quran, mentadabburi dan
mewujudkan janji Rasulullah SAW yang menegaskan dalam sabdanya:
مَنْ
قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ؛ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barang siapa shalat malam bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya
qiyamullail” (Abu Daud 1327, At Tirmidzi 806). Maksudnya ia akan mendapatkan
pahala shalat malam secara sempurna (Al Qaullul Muktafi ala sunanil Mushtafa
8/188) Orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang rajin shalat malam :
sesungguhnya shalat malam merupakan salah satu pintu kebaikan, yang dibukakan
oleh Allah untuk para hamba-Nya di bulan Ramadhan, yang selalu dilakukan oleh
orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang beriman, Rasulullah SAW berkata
pada Muadz bin Jabal:
أَلَا
أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ،
وَقِيَامُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ يُكَفِّرُ الْخَطَايَا». ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَهُ
تَعَالَى: (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا
وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
“Maukah aku tunjukkan
padamu pintu-pintu kebaikan ? puasa adalah perisai, sedekah menghapus kesalahan,
shalat seseorang di malam hari dapat menghapus kesalahan-kesalahan”. Kemudian
beliau membaca : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka
berdoa kepada Tuhannya dengan rasa taku dan harap, dan mereka manafkahkan
sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka” (As Sajadah 32 : 16)”
(Ahmad 22665, 22719). Seorang mukmin bangun malam sesuai kemampuannya,
menghadapkan hatinya pada Tuhannya, sujud, ruku’, berdzikir dan beribadah
dengan berteladan dengan hamba-hamba Allah, yang disebutkan dalam firman Allah:
وَالَّذِينَ
يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
“Dan orang-orang yang
melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (Al Furqan
25 : 64). Mereka bermunajat, memuji atas segala nikmat-Nya, bersyukur atas segala
karunia dan pemberian-Nya, memohon kepada-Nya agar dilanggengkan pemberian itu,
berdoa untuk negara dan pemimpin mereka, untuk keluarga dan kerabat mereka, dan
untuk kebaikan semua manusia, sehingga shalat mereka membuahkan kasih sayang,
etika dan akhlak mulia bagi masyarakat mereka. Disamping itu doa pada saat
shalat malam lebih terkabulkan, karena shalat malam merupakan shalat yang
paling utama setelah shalat faridhah, Rasulullah SAW:
أَفْضَلُ
الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ: صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Shalat yang paling
utama setelah shalat faridhah adalah shalat malam” (Muslim 1163). Shalat malam
termasuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah, Rasulullah SAW bersabda:
أَحَبُّ
الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ: صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ
اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ
“Shalat yang paling dicintai oleh Allah
adalah shalat Daud AS, beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya”
(Muttafaq ‘Alaih). Barang siapa bangun malam untuk melakukan shalat, ia akan
menikmati hati yang tenang dan jiwa yang baik (Fathul Bari 3/26). Dada dan
pikirannya tenang dan wajahnya menjadi ceria. Al Hasan Al Bashri RA ditanya :
Kenapa orang-orang yang rajin tahajjud memiliki wajah yang ceria ? Ia menjawab
: karena mereka berkhulwat dengan Yang Maha Pengasih, sehingga Dia memberikan
mereka cahaya dari cahaya-Nya (اختيار
الأولى في شرح حديث اختصام الملأ الأعلى لابن رجب، ص:90 ).
Orang yang bangun
menunaikan shalat malam akan mendapatkan cinta Allah dan makhluk-Nya, dan Allah
akan memberikan keceriaan pada wajahnya, kemudian ia akan disukai oleh semua
yang memandangnya dan ia akan mendapatkan kedudukan yang mulia dan kedekatan
dengan Allah, Rasulullah Saw bersabda:
عَلَيْكُمْ
بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ
اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ
“Hendaknya kalian menunaikan shalat malam, karena itu kebiasaan orang-orang
shaleh sebelum kalian, sesungguhnya shalat malam adalah mendekatkan pada Allah,
mencegah dari dosa dan sebagai penghapus keburukan” (At Tirmidzi 3549). Allah
akan menyambut hamba-hamba-Nya yang bangun shalat malam, mendekatkan mereka
pada-Nya, memberikan pahala yang besar dan mengangkat derajat mereka di surga,
Allah menjelaskan balasan hamba-hamba-Nya yang bangun shalat malam seraya
berdoa dan membaca Al Quran:
أُولَئِكَ
يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا*
خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
“Mereka itulah orang
yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka
dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka
kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baiknya tempat menetap dan tempat kediaman”
(Al Furqan 25 : 75-76). Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ
فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا، وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا».
فَقَالَ رَجُلٌ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ،
وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan yang yang luarnya dapat dilihat dari
dalamnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Seseorang bertanya :
untuk siapakah itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : untuk orang yang baik
perkataannya, yang suka memberikan makanan, membiasakan puasa dan shalat malam
ketika manusia tidur” (At Tirmidzi 1984). Mereka akan menikmati ketentaraman di
surga dengan segala kenikmatannya yang ada:
فَلَا
تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk
mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai
balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (As Sajadah 32 : 17)
Ya Allah,
jadikanlah kami termasuk golongan orang yang bangun malam dan puasa di siang
hari, terimalah shalat kami, shalat malam kami, puasa kami dan amalan shaleh
kami dan anugerahkan pada kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati
Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang
Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas
firman-Mu:
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ
مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي
اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua:
الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، جَعَلَ قِيَامَ اللَّيْلِ شِعَارَ الطَّائِعِينَ، وَدَأْبَ
الْمُقَرَّبِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ
لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ،
فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ،
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ
عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat: sesungguhnya shalat tarawih memiliki
keutamaan yang agung dan pahala mulia dari Allah, maka gunakanlah malam Ramadhan
untuk shalat malam dan membaca Al Quran, sehingga kita tercatat di sisi Allah
sebagai orang-orang yang berdzikir, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ
قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ
“Barang siapa shalat
malam membaca sepuluh ayat, maka ia tidak tercatat sebagai orang-orang yang
lalai” (Abu Daud 1398). Hendaknya kita melakukan shalat malam berjamaah secara
berkesinambungan, dan membiasakan anak-anak kita, sehingga mereka besar dalam
ketaatan dan ibadah, kelak mereka selalu mendapatkan pertolongan, keutamaan dan
anugerah dari Allah.
هَذَا
وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْبَشَرِ، وَأَطِيعُوا رَبَّكُمْ فِيمَا أَمَرَ،
فَقَدْ قَالَ سُبْحَانَهُ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). اللَّهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي
بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ نَرْجُو، وَإِيَّاكَ نَدْعُو، فَأَدِمْ عَلَيْنَا فَضْلَكَ،
وَأَسْبِغْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا،
وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَ
وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ،
وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ
الْإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ
الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ
فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ،
وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ
قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ الْأَمَانَ
وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً،
وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ
ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ
الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ
يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ
انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ؛ الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ
إِلَى أَصْحَابِهِ، وَاجْمَعْ أَهْلَ الْيَمَنِ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ،
وَأَدِمْ عَلَيْهِمُ الِاسْتِقْرَارَ، وَعَلَى بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ
أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ،
وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ
اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=69544