Monday, May 20, 2019

Khotbah Jum'at: SHOLAT MALAM

KhOtbah Jum'at, 12 Ramadhan 1440 H/ 17 Mei 2019 M 
Shalat Malam 

Khutbah Pertama:

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَ عَلَى الصَّائِمِينَ وَالْقَائِمِينَ بِرِضْوَانِهِ، وَمَنَّ عَلَيْهِمْ بِعَفْوِهِ وَغُفْرَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: (إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ* آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ* كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ* وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ)( ).

Kaum muslimin : Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا؛ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

Barang siapa shalat malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘Alaih). Maksudnya barang siapa bangun malam menunaikan shalat di bulan Ramadhan, bermunajat pada Tuhannya dan ia yakin akan keagungan serta keutamaan shalat malam tersebut dengan mengharap pahala di sisi Yang Maha Pengasih dan Maha Mengetahui, maka Allah akan mengampuni semua keburukan dan melipatgandakan semua kebaikannya (Syarah Bukhari karangan Ibnu Bathal 1/95, syarah An Nawawi atas hadits Muslim 6/39) dan derajatnya akan diangkat. Rasullah Saw mensyariatkan shalat tarawih bagi kita dan dijadikannya sebagai syiar bulan Ramadhan, dari Ummul Mukminin Aisyah RA bahwa:

أَنَّ النَّبِيَّصَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ، فَصَلَّى بِصَلاَتِهِ نَاسٌ، حَتَّى إِذَا كَانَتِ اللَّيْلَةُ الثَّالِثَةُ أَوِ الرَّابِعَةُ، لَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ: «قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنَ الخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ 

Nabi SAW shalat suatu malam di masjid, maka orang-orang ikut shalat dibelakangnya, hingga malam ketiga atau keempat, Rasulullah SAW tidak keluar, di pagi harinya beliau berkata : aku melihat apa yang kalian lakukan semalam, tidak ada yang menghalangiku untuk keluar, kecuali aku khawatir shalat tersebut diwajibkan pada kalian”. Yaitu pada bulan Ramadhan” (Muttafaq ‘Alaih). Kemudian Sayyidina Umar RA mengumpulkan manusia dalam shalat tarawih yang diimami oleh yang paling mengerti tentang kitabullah dan yang paling pandai membaca, yaitu Ubay bin Ka’ab RA (Bukhari 2010). Para sahabat RA selalu menjaga untuk menyelesaikan shalat tarawih berjamaah, menyimak Al Quran, mentadabburi dan mewujudkan janji Rasulullah SAW yang menegaskan dalam sabdanya:

مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ؛ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ 

Barang siapa shalat malam bersama imam hingga selesai, maka ditulis baginya qiyamullail” (Abu Daud 1327, At Tirmidzi 806). Maksudnya ia akan mendapatkan pahala shalat malam secara sempurna (Al Qaullul Muktafi ala sunanil Mushtafa 8/188) Orang-orang yang berpuasa dan orang-orang yang rajin shalat malam : sesungguhnya shalat malam merupakan salah satu pintu kebaikan, yang dibukakan oleh Allah untuk para hamba-Nya di bulan Ramadhan, yang selalu dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang beriman, Rasulullah SAW berkata pada Muadz bin Jabal:

أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ، وَقِيَامُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ يُكَفِّرُ الْخَطَايَا». ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَهُ تَعَالَى: (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعاً وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ 

Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan ? puasa adalah perisai, sedekah menghapus kesalahan, shalat seseorang di malam hari dapat menghapus kesalahan-kesalahan”. Kemudian beliau membaca : “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa taku dan harap, dan mereka manafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka” (As Sajadah 32 : 16)” (Ahmad 22665, 22719). Seorang mukmin bangun malam sesuai kemampuannya, menghadapkan hatinya pada Tuhannya, sujud, ruku’, berdzikir dan beribadah dengan berteladan dengan hamba-hamba Allah, yang disebutkan dalam firman Allah:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا 

Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka” (Al Furqan 25 : 64). Mereka bermunajat, memuji atas segala nikmat-Nya, bersyukur atas segala karunia dan pemberian-Nya, memohon kepada-Nya agar dilanggengkan pemberian itu, berdoa untuk negara dan pemimpin mereka, untuk keluarga dan kerabat mereka, dan untuk kebaikan semua manusia, sehingga shalat mereka membuahkan kasih sayang, etika dan akhlak mulia bagi masyarakat mereka. Disamping itu doa pada saat shalat malam lebih terkabulkan, karena shalat malam merupakan shalat yang paling utama setelah shalat faridhah, Rasulullah SAW:

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ: صَلَاةُ اللَّيْلِ 

Shalat yang paling utama setelah shalat faridhah adalah shalat malam” (Muslim 1163). Shalat malam termasuk amalan yang sangat dicintai oleh Allah, Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ: صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ 

Shalat yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat Daud AS, beliau tidur setengah malam dan shalat sepertiganya” (Muttafaq ‘Alaih). Barang siapa bangun malam untuk melakukan shalat, ia akan menikmati hati yang tenang dan jiwa yang baik (Fathul Bari 3/26). Dada dan pikirannya tenang dan wajahnya menjadi ceria. Al Hasan Al Bashri RA ditanya : Kenapa orang-orang yang rajin tahajjud memiliki wajah yang ceria ? Ia menjawab : karena mereka berkhulwat dengan Yang Maha Pengasih, sehingga Dia memberikan mereka cahaya dari cahaya-Nya (اختيار الأولى في شرح حديث اختصام الملأ الأعلى لابن رجب، ص:90 ). 

Orang yang bangun menunaikan shalat malam akan mendapatkan cinta Allah dan makhluk-Nya, dan Allah akan memberikan keceriaan pada wajahnya, kemudian ia akan disukai oleh semua yang memandangnya dan ia akan mendapatkan kedudukan yang mulia dan kedekatan dengan Allah, Rasulullah Saw bersabda:

عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ، وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ 

Hendaknya kalian menunaikan shalat malam, karena itu kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, sesungguhnya shalat malam adalah mendekatkan pada Allah, mencegah dari dosa dan sebagai penghapus keburukan” (At Tirmidzi 3549). Allah akan menyambut hamba-hamba-Nya yang bangun shalat malam, mendekatkan mereka pada-Nya, memberikan pahala yang besar dan mengangkat derajat mereka di surga, Allah menjelaskan balasan hamba-hamba-Nya yang bangun shalat malam seraya berdoa dan membaca Al Quran:

أُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا* خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا 

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baiknya tempat menetap dan tempat kediaman” (Al Furqan 25 : 75-76). Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ فِي الجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا، وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا». فَقَالَ رَجُلٌ: لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ 

Sesungguhnya di surga terdapat ruangan yang yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Seseorang bertanya : untuk siapakah itu wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : untuk orang yang baik perkataannya, yang suka memberikan makanan, membiasakan puasa dan shalat malam ketika manusia tidur” (At Tirmidzi 1984). Mereka akan menikmati ketentaraman di surga dengan segala kenikmatannya yang ada:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ 

Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (As Sajadah 32 : 17) 

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang bangun malam dan puasa di siang hari, terimalah shalat kami, shalat malam kami, puasa kami dan amalan shaleh kami dan anugerahkan pada kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ 

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، جَعَلَ قِيَامَ اللَّيْلِ شِعَارَ الطَّائِعِينَ، وَدَأْبَ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Para jamaah shalat: sesungguhnya shalat tarawih memiliki keutamaan yang agung dan pahala mulia dari Allah, maka gunakanlah malam Ramadhan untuk shalat malam dan membaca Al Quran, sehingga kita tercatat di sisi Allah sebagai orang-orang yang berdzikir, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ بِعَشْرِ آيَاتٍ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ الْغَافِلِينَ 

Barang siapa shalat malam membaca sepuluh ayat, maka ia tidak tercatat sebagai orang-orang yang lalai” (Abu Daud 1398). Hendaknya kita melakukan shalat malam berjamaah secara berkesinambungan, dan membiasakan anak-anak kita, sehingga mereka besar dalam ketaatan dan ibadah, kelak mereka selalu mendapatkan pertolongan, keutamaan dan anugerah dari Allah.

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى خَيْرِ الْبَشَرِ، وَأَطِيعُوا رَبَّكُمْ فِيمَا أَمَرَ، فَقَدْ قَالَ سُبْحَانَهُ: (إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)( ). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ. اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ نَرْجُو، وَإِيَّاكَ نَدْعُو، فَأَدِمْ عَلَيْنَا فَضْلَكَ، وَأَسْبِغْ عَلَيْنَا نِعَمَكَ، وَتَقَبَّلْ صَلَوَاتِنَا، وَضَاعِفْ حَسَنَاتِنَا، وَتَجَاوَزْ عَنْ سَيِّئَاتِنَا، وَارْفَعْ دَرَجَاتِنَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ الشَّيخْ خَلِيفَةْ بْن زَايِدْ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَاشْمَلْ بِتَوْفِيقِكَ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ، وَإِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ. اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيخْ زَايِدْ وَالشَّيخْ مَكْتُومْ وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رِضْوَانِكَ، وَأَدْخِلْهُمْ بِفَضْلِكَ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ. وَارْحَمِ اللَّهُمَّ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَدِمْ عَلَى دَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ الْأَمَانَ وَالِاسْتِقْرَارَ، وَالرَّخَاءَ وَالِازْدِهَارَ، وَزِدْهَا تَقَدُّمًا وَرِفْعَةً، وَتَسَامُحًا وَمَحَبَّةً، وَأَدِمْ عَلَى أَهْلِهَا السَّعَادَةَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ مَعَ الْأَخْيَارِ، وَاجْزِ أَهْلِيهِمْ جَزَاءَ الصَّابِرِينَ؛ بِكَرَمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ؛ الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، وَاجْمَعْ أَهْلَ الْيَمَنِ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَأَدِمْ عَلَيْهِمُ الِاسْتِقْرَارَ، وَعَلَى بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ، وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=69544