Thursday, December 20, 2018

Khotbah Jum'at: AMALAN YANG DICINTAI OLEH NABI SAW


Khotbah Jumat: 13 Rabiul Akhir 1440 H/21 Desember 2018 M
Amalan Yang Dicintai Oleh Nabi SAW
Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَكْرَمَنَا بِبِعْثَةِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَغَرَسَ مَحَبَّتَهُ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، حُبِّبَ إِلَيهِ مِنَ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُهَا، وَمِنَ الْأَخْلَاقِ أَكْرَمُهَا، وَمِنَ الْأُمُورِ أَرْفَعُهَا، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى:( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَآمِنُوا بِرَسُولِهِ يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ مِنْ رَحْمَتِهِ وَيَجْعَلْ لَكُمْ نُورًا تَمْشُونَ بِهِ وَيَغْفِرْ لَكُمْ)().

Kaum muslimin : Allah berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Ali Imran 3 : 31). 

Berteladan pada Nabi SAW merupakan bukti atas cinta dan cinta kepada Nabi SAW merupakan bukti keimanan seseorang, disebutkan dalam sabdanya:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Tidak sempurna iman salah satu dari kalian, hingga aku lebih dicintai dibandingkan orang tua, anak dan manusia semua” (Muttafaq ‘Alaih). Dan diantara kesempurnaan cinta pada Nabi SAW adalah: hendaknya kita mencintai apa yang dicintai oleh Nabi SAW, baik perbuatan ataupun ucapan, etika dan akhlak yang membuat Allah ridha, yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya, yang dapat mendatangkan manfaat pada sesama, sehingga kita dapat mengikuti jejak, hidayah dan mengikuti sirah Nabi SAW, Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al Ahzab 33 : 21).

Hamba Allah: apakah amalan yang dicintai oleh Nabi SAW ? Shalat merupakan salah satu ibadah yang dicintai oleh Rasulullah SAW, disebutkan dalam sabdanya:

وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Dijadikan yang paling menyenangkan hatiku ada dalam shalat” (An Nasa’i 3940). Saking cintanya pada shalat, beliau bersegera menunaikan shalat fardhu dan selalu menunaikan shalat nawafil, dari Aisyah RA berkata:

كَانَ أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ( مَا دَاوَمَ عَلَيْهَا

Shalat yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW adalah yang dilakukan secara langgeng” (Bukhari 1970 dan Ahmad 26303).

Shalat sunnah rawatib yang senang dilakukan oleh Nabi SAW adalah : dua rakaat sebelum shalat subuh sebagai pembuka hari-harinya dan mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah SAW menjelaskan:

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

Keduanya lebih aku cintai dari dunia seluruhnya” (Muslim 725). Shalat sunnah empat rakaat sebelum Dhuhur, termasuk yang sangat dicintai oleh Nabi SAW dan selalu dilakukan terus menerus, dari Abdullah bin As Saib RA: bahwa Rasulullah SAW shalat empat rakaat sebelum shalat Dhuhur kemudian beliau bersabda:

إِنَّهَا سَاعَةٌ تُفْتَحُ فِيهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَأُحِبُّ أَنْ يَصْعَدَ لِي فِيهَا عَمَلٌ صَالِحٌ

Sesungguhnya ia adalah waktu dibukanya pintu-pintu langit dan aku senang amalan shalehku naik pada waktu itu” (At Tirmidzi 478). Puasa merupakan ibadah yang membutuhkan satu hari penuh, dan puasa yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW adalah puasa Senin-Kamis, karena amalan diajukan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, Nabi SAW bersabda:

وَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Dan aku suka bila amalku dilaporkan saat aku berpuasa”(At Tirmidzi 747 dan An Nasa’i 2358)
Saudara-saudara yang mencintaI Nabi SAW: Beliau senang membaca Al Quran dengan penuh penghayatan dan membaca ayat-ayatnya dengan pemikiran dan pemahaman, dan diantara surah yang sangat disukai adalah surah Al Fath, beliau bersabda:

لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ. ثُمَّ قَرَأَ:( إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

Sungguh telah diturunkan padaku malam ini sebuah surah yang lebih aku cintai daripada terbitnya matahari. Kemudian Beliau membaca: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata” (Al Fath 48 : 1) (Bukhari 4177). Hal itu karena di dalamnya terdapat khabar gembira bagi Nabi SAW dengan ampunan, dan khabar gembira bagi kaum mukminin dengan kebaikan, ridha dan surga. Nabi SAW senang menyimak Al Quran, Beliau meminta Abdullah bin Mas’ud RA:

اقْرَأْ عَلَيَّ». فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ: أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ؟ قَالَ ( :« فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي». قَالَ ابْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى بَلَغْتُ قَوْلَهُ تَعَالَى:( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا). قَالَ:« أَمْسِكْ». فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ

Bacakan untukku”. Abdullah bertanya : aku membacakan untukmu, sedangkan ia diturunkan padamu ? Beliau berkata : Sesungguhnya aku senang menyimaknya dari selainku”. Ibnu Mas’ud RA berkata: aku membacakan untuknya surah An Nisa’ hingga bacaanku sampai : فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا Beliau berkata: cukup. Dan air matanya berlinang” (Muttafaq Alaih).
Menyimak Al Quran merupakan ketaatan yang dapat menggerakkan penghayatan dan pemahaman artinya, sebagaimana ia dapat menurunkan rahmat, Allah berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ القُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Dan bila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Al A’raf 7 : 204).  Al Laits bin Saad: Tidak ada rahmat yang lebih cepat diturunkan pada seseorang melebihi dari orang yang menyimak Al Quran (Tafsir Al Qurthubi 1/9).  Al Quran merupakan bentuk dzikir yang paling agung, Nabi SAW senang untuk berdzikir kepada Allah dalam setiap kondisi dan waktu, dan dzikir yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW adalah setelah shalat Subuh dan Ashar (Abu Daud 3667). Diantara lafal dzikir yang dicintai oleh Nabi SAW adalah : سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ dan ia lebih dicintai olehnya dari terbitnya matahari.

Saudara-saudara yang mengikuti jejak Nabi SAW: Rasulullah SAW mencintai akhlak yang baik dan pemiliknya, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ أَحْسَنَكُمْ أَخْلاَقًا

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai adalah yang terbaik akhlaknya diantara kalian” (Bukhari 3759). Akhlak yang dicintai oleh Nabi Saw adalah : memenuhi kebutuhan sesama, Beliau bersabda :
وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ؛ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا
“Dan aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini selama satu bulan” (At Thabrani dalam kitab Al Kabir 13/453)
Kejujuran adalah akhlak yang dapat menguatkan saling percaya antara sesama, oleh karena itu Nabi Saw senang ucapan yang paling jujur, disebutkan dalam sabdanya :
أَحَبُّ الْحَدِيثِ إِلَيَّ أَصْدَقُهُ
“Ucapan yang paling aku cintai adalah yang terjujur” (Bukhari 3131). Sebagaimana Rasulullah Saw mencintai kesabaran, kehati-hatian dan konfirmasi dalam menghadapi permasalahan, karena semua itu akan menjauhkan seseorang dari kesalahan. Rasulullah Saw berkata pada salah satu sahabatnya :
إِنَّ فِيكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ: الْحِلْمَ وَالْأَنَاةَ
“Sesungguhnya kamu memiliki dua sifat yang dicintai oleh Allah : kesabaran dan ketenangan” (Muslim 17). Dan hal yang dicintai oleh Rasulullah Saw adalah wewangian, penampilan yang bagus dan berhias diri
Yang Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mencintai nabi-Mu, yang berteladan pada petunjuknya dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Al Amin Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَلِيُّ الصَّالِحِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ، وَعَلَى التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
Para jamaah shalat : Rasulullah Saw mencintai pemaafan dan toleransi, maka ketika datang padanya malaikat Jibril memberikan pilihan antara menghukum orang yang telah menyakitinya dan memberikan maaf pada mereka, Beliau menjawab :
بَابُ التَّوْبَةِ وَالرَّحْمَةِ أَحَبُّ إِلَيَّ
“Pintu taubat dan kasih sayang lebih aku cintai”. Beliau memaafkan mereka dan mendoakan mereka” (Ahmad 2203). Sebagaimana Nabi Saw sangat senang dengan setiap kesepakatan yang dapat mengembalikan hak-hak pada pemiliknya dan masalah menjadi seperti semula, Rasulullah Saw bersabda mengenai Hilf Al Fudhul :
لَقَدْ شَهِدْتُ فِي دَارِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُدْعَانَ حِلْفًا مَا أُحِبُّ أَنَّ لِيَ بِهِ حُمْرَ النَّعَمِ، وَلَوْ أُدْعَى بِهِ فِي الإِسْلاَمِ لَأَجَبْتُ
“Aku menghadiri satu perjanjian di rumah Abdullan bin Jud’an, yang lebih aku sukai daripada memiliki unta yang bagus, seandainya aku diajak melakukannya dalam Islam, tentu aku kabulkan”(As Sunan Al Kubra, karangan Al Baihaqi 6/367). Sebuah perjanjian untuk menolong orang yang terdzalimi dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan kebajikan, agar masyarakat hidup dalam ketentraman, ketenangan dan keserasian, inilah yang dianjurkan oleh agama kita, yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, Rasulullah Saw bersabda :
أَحَبُّ الدِّينِ إِلَى اللَّهِ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ
“Agama yang paling dicintai oleh Allah adalah agama yang lurus dan toleran” (Muttafaq ‘Alaih). Mari kita memperbaharui cinta kita pada Rasulullah Saw dengan mencintai apa yang dicintai olehnya, bersungguh-sungguh mengamalkannya agar kita mendapatkan cintanya dan berteman dengannya di surga, Rasulullah Saw bersabda :
الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang orang yang dicintai” (Muttafaq ‘Alaih)
هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)(). اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ لَا قَابِضَ لِمَا بَسَطْتَ، وَلَا مُقَرِّبَ لِمَا بَاعَدْتَ، وَلَا مُبَاعِدَ لِمَا قَرَّبْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ. اللَّهُمَّ ابْسُطْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِكَ وَرَحْمَتِكَ، وَفَضْلِكَ وَرِزْقِكَ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ النَّعِيمَ الْمُقِيمَ. اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا. اللَّهُمَّ زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا، وَعَوْنًا وَتَوْفِيقًا، وَمَحَبَّةً وَتَلَاحُمًا، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا، وَبَارِكْ فِي أَوْلَادِنَا، وَأَدِمِ السَّعَادَةَ فِي بُيُوتِنَا وَوَطَنِنَا، وَاجْعَلْنَا بَارِّينَ بِآبَائِنَا، وَاصِلِينَ لِأَرْحَامِنَا. اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخ خليفةْ بن زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الْأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ: الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ارْحَمِ الشَّيْخ زَايِد، وَالشَّيْخ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَدْخِلْهُمُ الْجَنَّةَ يَتَنَعَّمُونَ فِيهَا بِغَيْرِ حِسَابٍ. وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا. اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَزِدْهَا فَضْلًا وَنِعَمًا، وَحَضَارَةً وَعِلْمًا، وَبَهْجَةً وَجَمَالًا، وَمَحَبَّةً وَتَسَامُحًا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا السَّعَادَةَ وَالْأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ وَقُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْأَبْرَارَ، وَاجْزِ خَيْرَ الْجَزَاءِ أُمَّهَاتِ الشُّهَدَاءِ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا، اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ. اللَّهُمَّ احْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْهِمْ نَصْرَكَ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ.
اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلَامَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ.
عِبَادَ اللَّهِ: اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.
HYPERLINK “https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6911” https://www.awqaf.gov.ae/ar/Pages/FridaySermonDetail.aspx?did=6911