Saturday, May 26, 2018

Khotbah Jum'at: ALMUJIB (YANG MAHA MENGABULKAN)


Khotbah Jumat, 25 Sya’ban 1439 H/11 Mei 2018 M

Nama Allah Al Mujib (Yang Maha Mengabulkan)

Khotbah Pertama:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي يُجِيبُ مَنْ دَعَاهُ، وَيُلَبِّي مَنْ نَادَاهُ، وَيُعْطِي مَنْ سَأَلَهُ، وَيُكْرِمُ مَنْ قَصَدَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَأُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، قَالَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى:( وَاتَّقُوا يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ)([1]).

Kaum muslimin : Kita berada didepan pintu bulan mulia, yaitu bulan Ramadhan yang penuh berkah, dimana Allah mengabulkan doa orang-orang yang berpuasa, Rasulullah SAW:

ثَلاَثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ -وَذَكَرَ مِنْهُمْ- الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرُ

Tiga yang tidak ditolak doa mereka –disebutkan-, orang yang berpuasa hingga berbuka” (Ahmad 9743, At Tirmidzi 3598, Ibnu Majah 1752, Al Baihaqi 6185 dan Ibnu Hibban 3428). Maka bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa, karena Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan, Allah berfirman:

إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)” (Hud 11 : 61).  Al Mujib merupakan salah satu dari 99 Asmaul Husna, artinya adalah Yang Memberi permintaan orang yang memohon (Al Asma’ Was Shifat, karangan Al Baihaqi 1/173). Dia Maha mendengar orang yang berdoa dan mengabulkannya, Maha Suci Allah yang mengabulkan permintaan dengan pemberian, doa dengan pengabulan dan menghilangkan keburukan, Allah SWT berfirman:

أَمْ مَنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya” (An Naml 27 : 62)



Para Anbiya’ AS rajin memohon kepada Tuhan mereka, doa dan permohonan mereka dikabulkan, Allah berfirman:

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami; maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan (adalah Kami)” (As Shaffat 37 : 75). Mengenai Nabi Ayyub AS, dijelaskan dalam firman-Nya:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ

Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Allah), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya” (Al Anbiya’ 21 : 83-84). Dan Nabi Yunus AS berdoa kepada Tuhannya dengan ucapan:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang dzalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (Al Anbiya’ 21 : 87-88).



Allah mengabulkan doa Zakaria AS:

إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ* فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَى وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

Dan (Ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya : Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusu’ kepada Kami” (Al Anbiya’ 21 : 89-90). Maha Suci Allah Yang Maha mengabulkan doa, Yang Maha Mendengar suara mereka, Maha Mengetahui kondisi mereka dan mengabulkan doa mereka, Dia mengabulkan permohonan kaum mukminin, Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman : Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenakan bagimu” (Ghafir 40 : 60). Pengabulan doa adalah janji dari Allah, Rasulullah Saw bersabda:

أَمَرَكُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَل أَنْ تَدْعُوهُ وَوَعَدَكُمْ أَنْ يَسْتَجِيبَ لَكُمْ

Allah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya, dan Dia berjanji akan mengabulkan doa kalian” (Abu Daud 1175 dan Ibnu Hibban 991). Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman:

يَا عِبَادِي لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِي فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ، مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِي إِلَّا كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ

Wahai hamba-Ku, jika orang-orang terdahulu dan yang terakhir diantara kalian, sekalian manusia dan jin yang tinggal di bumi ini meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan setiap manusia permohonannya, hal itu tidak mengurangi apa yang ada pada-Ku, kecuali sebagaimana satu jarum yang dimasukkan ke lautan” (Muslim 2577). Doa adalah kunci setiap kebaikan, Allah memerintahkan kita agar berdoa dan Dia berjanji akan mengabulkannya (Tasir Al Qurthubi 2/309)



Rasulullah Saw menganjurkan para sahabatnya RA untuk memperbanyak doa kepada Allah Yang Maha Pengabul, Beliau bersabda  menganjurkan mereka:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ فِي الدُّعَاءِ

Orang yang paling lemah adalah orang yang malas berdoa” (Ad Du’a karangan At Thabrani 61). Beliau mengajarkan mereka untuk berdoa kepada Allah Yang Maha Mengabulkan doa dengan doa-doa yang meliputi semua kebaikan, dari Anas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ r عَادَ رَجُلًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ قَدِ اشْتَدَّ مَرَضُهُ، فَقَالَ لَهُ r :« هَلْ كُنْتَ تَدْعُو اللَّهَ بِشَيْءٍ أَوْ تَسْأَلُهُ إِيَّاهُ؟» قَالَ: نَعَمْ، كُنْتُ أَقُولُ: اللهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا. فَقَالَ r :« سُبْحَانَ اللَّهِ لَا تُطِيقُهُ - أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ - أَفَلَا قُلْتَ: اللهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ». قَالَ أَنَسٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: فَدَعَا اللَّهَ لَهُ، فَشَفَاهُ

Sesungguhnya Rasulullah Saw menjenguk seorang dari kaum muslimin yang tertimpa sakit keras, Beliau bertanya kepadanya : Apakah engkau berdoa kepada Allah dengan suatu doa, atau engkau memohon sesuatu kepada-Nya ? Ia menjawab : benar, aku berdoa : Ya Allah, semua hukuman yang akan diterima olehku di akhirat, maka segerakanlah bagiku di dunia. Rasulullah Saw bersabda : “Maha Suci Allah, engkau tidak akan sanggup –atau tidak akan bisa-. Dan kenapa engkau tidak berdoa dengan : Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari adzab neraka”. Anas RA berkata :Kemudian Nabi Saw berdoa kepada Allah untuknya, lalu Allah memberinya kesembuhan” (Muslim 2688)

Rasululah Saw mengajarkan kita sebab-sebab dikabulkannya sebuah doa, diantaranya hendaknya orang yang berdoa,  berdoa dengan sepenuh hati, menghadapkan diri kepada Tuhannya dengan penuh ketenangan dan kekhusuan, mengulang-ngulang doa tiga kali. Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ r إِذَا دَعَا دَعَا ثَلَاثًا، وَإِذَا سَأَلَ سَأَلَ ثَلَاثًا

Rasulullah Saw bila berdoa, berdoa tiga kali, dan bila Beliau memohon, memohon tiga kali” (Muslim 1172). Begitu juga amal shaleh merupakan salah satu sebab dikabulkannya sebuah doa, karena Allah Swt Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal shaleh, Allah berfirman:

فَاسْتَجَابَ لَهُمْ رَبُّهُمْ أَنِّي لَا أُضِيعُ عَمَلَ عَامِلٍ مِنْكُمْ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki atau perempuan” (Ali Imran 3 : 195). Tidak ada yang sia-sia perbuatan seseorang dihadapan-Nya, akan tetapi Dia akan membalas dan memberikan anugerah-Nya kepada mereka.

Doa seroang muslim akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, Rasulullah Saw menjelaskan:

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ

Akan dikabulkan doa masing-masing kalian, selama ia tidak tergesa-gesa, seperti berujar : Aku sudah berdoa, tapi belum dikabulkan” (Muttafaq ‘Alaih)

Rasulullah Saw menunjukkan kepada kita waktu-waktu dikabulkannya doa, diantaranya sepertiga malam akhir, Rasulullah Saw bersabda :

إِذَا مَضَىَ شَطْرُ اللَّيْلِ أَوْ ثُلُثَاهُ يَنْزِلُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَىَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَقُولُ: هَلْ مِنْ سَائِلٍ يُعْطَىَ، هَلْ مِنْ دَاعٍ يُسْتَجَابُ لَهُ، هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ يُغْفَرُ لَهُ، حَتَّى يَطْلُعَ الصُّبْحُ

Apabila berlalu setengah malam, atau sepertiganya, Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia dan berfirman : adakah orang yang meminta, maka akan diberi, adakah orang yang berdoa maka akan dikabulkan dan adakah orang yang meminta ampunan maka akan diampuni. begitulah hingga subuh” (Muslim 758). Sungguh beruntung orang yang menggunakan waktu-waktu istijabah ini untuk bermunajat kepada Allah, Rasulullah Saw bersabda :

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَهِيَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ

Sesungguhnya di malam hari terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah, melainkan Dia akan memberikannya, dan itu setiap malam” (Muslim 757)

Rasululah Saw mengajarkan kita bahwa Allah Yang Maha Mengabulkan lebih tahu dari pada hamba terhadap dirinya, Dia Maha Bijaksana dalam mengabulkan doanya, Dia Memilihkan yang lebih utama untuknya, Rasulullah Saw bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا». قَالُوا: إِذًا نُكْثِرُ . قَالَ r :« اللَّهُ أَكْثَرُ

Tidak seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan hubungan, melainkan Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga perkara : boleh jadi disegerakan pengabulan doanya, atau Dia akan menyimpan untuknya di akhirat, atau akan dihindarkan darinya keburukan yang sesuai dengannya”. Para sahabat berkata : kalau begitu kami akan memperbanyak . Rasulullah SAW: Allah lebih luas” (Ahmad 1113, At Tirmidzi 3573 dan Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak 1816)

Ya Allah, Wahai Dzat Yang Maha Mengabulkan doa, kabulkan doa kami, dan berilah kami semua taufiq untuk mentaati-Mu, mentaati Rasul-Mu Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mentaati orang yang Engkau perintahkan kepada kami agar ditaatinya, sebagai pengamalan atas firman-Mu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu” (An Nisa’ 4 : 59).

نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Khotbah Kedua:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ .أُوصِيكُمْ عِبَادَ اللَّهِ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Kaum muslimin : apa yang dapat kita pelajari dari nama Allah Al Mujib ? Sesungguhnya nama Allah Al Mujib mengajarkan setiap muslim kedekatan dengan Tuhannya, Dia Maha Mendengar doa dan permohonan hamba-Nya, para sahabat RA bertanya kepada Rasulullah SAW:

فَقَدْ سَأَلَ الصَّحَابَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ رَسُولَ اللَّهِ r فَقَالُوا: أَقرِيبٌ رَبُّنَا فَنُنَاجِيهِ، أَمْ بَعِيدٌ فَنُنَادِيهِ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى:( وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

Apakah Tuhan kita dekat, sehingga kami cukup berdoa bersuara lirih, ataukah Tuhan itu jauh, sehingga kami menyeru-Nya dengan suara keras ? Lalu Allah menurunkan ayat : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa, apabila ia memohon kepada-Ku” (Tafsir At Thabari 14/287), (Tafsir Al Qurthubi 2/308) (Al Baqarah 2 : 186). Seorang muslim jangan memikirkan apakah doa dikabulkan atau tidak, tapi yang perlu dilakukan adalah kemauan untuk berdoa, karena Allah Maha dekat mendengarkan doanya dan mengabulkan permohonannya, maka barang siapa meyakini Asmaullah Al Mujib, maka hatinya akan tenang, dan akan menghadapkan doanya dengan keyakinan pasti dikabulkan, Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا سَأَلتُمُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ أَيُّهَا النَّاسُ فَاسْأَلُوهُ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ

Jika kalian memohon kepada Allah Azza wa Jalla –wahai manusia, maka mohonlah kepada-Nya dalam keadaan yakin dikabulkan” (At Tirmidzi 3479 dan Ahmad 6655)

هَذَا وَصَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى مَنْ أُمِرْتُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَيْهِ، قَالَ تَعَالَى:( إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا)([2]). وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ r:« مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا»([3]).

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ: أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الأَكْرَمِينَ.

اللهُمَّ إِنا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ مُحَمَّدٌونسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ.

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَ الْوَطَنِ الأَوْفِيَاءَ، وَارْفَعْ دَرَجَاتِهِمْ فِي عِلِّيِّينَ مَعَ الأَنْبِيَاءِ، وَاجْزِ أُمَّهَاتِهِمْ وَآبَاءَهُمْ وَزَوْجَاتِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ جَمِيعًا جَزَاءَ الصَّابِرِينَ يَا سَمِيعَ الدُّعَاءِ.

اللَّهُمَّ انْصُرْ قُوَّاتِ التَّحَالُفِ الْعَرَبِيِّ، الَّذِينَ تَحَالَفُوا عَلَى رَدِّ الْحَقِّ إِلَى أَصْحَابِهِ، اللَّهُمَّ كُنْ مَعَهُمْ وَأَيِّدْهُمْ، اللَّهُمَّ وَفِّقْ أَهْلَ الْيَمَنِ إِلَى كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْمَعْهُمْ عَلَى كَلِمَةِ الْحَقِّ وَالشَّرْعِيَّةِ، وَارْزُقْهُمُ الرَّخَاءَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِينَ.

اللَّهُمَّ انْشُرِ الاِسْتِقْرَارَ وَالسَّلاَمَ فِي بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ وَالْعَالَمِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ رَئِيسَ الدَّوْلَةِ، الشَّيْخْ خليفةْ بنْ زايدْ لِكُلِّ خَيْرٍ، وَاحْفَظْهُ بِحِفْظِكَ وَعِنَايَتِكَ، فَقَدْ أَكْرَمَ شَعْبَهُ وَأَسْعَدَهُ، وَوَفِّقِ اللَّهُمَّ نَائِبَهُ وَوَلِيَّ عَهْدِهِ الأَمِينَ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ، وَأَيِّدْ إِخْوَانَهُ حُكَّامَ الْإِمَارَاتِ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَدْعُوك يَا اللَّهُ يَا مُجِيبُ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ الْمُبَارَكَةِ فِي ذِكْرَى مِئَوِيَّةِ الشَّيْخ زايد طَيَّبَ اللَّهُ ثَرَاهُ أَنْ تَرْحَمَ الشَّيْخْ زَايِد وَأن تَجْعَلَ مَا قَدَّمَ مِنْ خَيْرٍ وَعَطَاءٍ فِي مِيزَانِ حَسَنَاتِهِ، وَأَنْ تُدْخِلَهُ فَسِيحَ جَنَّاتِكَ، وَأَنْ تَرْحَمَ الشَّيْخْ مَكْتُوم، وَشُيُوخَ الْإِمَارَاتِ الَّذِينَ انْتَقَلُوا إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُمْ رَحْمَةً وَاسِعَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَأَفِضْ عَلَيْهِمْ مِنْ خَيْرِكَ وَرِضْوَانِكَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، وَأَدْخِلِ اللَّهُمَّ فِي عَفْوِكَ وَغُفْرَانِكَ وَرَحْمَتِكَ آبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَجَمِيعَ أَرْحَامِنَا وَمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا.

اللَّهُمَّ احْفَظْ لِدَوْلَةِ الْإِمَارَاتِ اسْتِقْرَارَهَا وَرَخَاءَهَا، وَبَارِكْ فِي خَيْرَاتِهَا، وَأَدِمْ عَلَيْهَا الْأَمْنَ وَالأَمَانَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا مُغِيثًا هَنِيئًا وَاسِعًا شَامِلًا، اللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الأَرْضِ.

اذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكرُوهُ علَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ.

وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

Latape2003.wordpress.com